![]() |
| Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, kunjungan kerjanya ke Kabupaten Lombok Timur. |
Dalam sambutannya saat meluncurkan kesiapan pengembangan bawang putih, Mentan Amran Sulaiman memberikan target ambisius namun terukur. NTB diharapkan mampu mengelola minimal 25.000 hingga 50.000 hektar lahan bawang putih guna menyuplai kebutuhan nasional.
"Target kita adalah menghentikan impor dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Secara nasional, kita hanya butuh 100.000 hektar untuk swasembada. Jika 7,4 juta hektar lahan padi saja bisa kita selesaikan, apalagi hanya 100.000 hektar. Saya yakin tugas ini bisa diselesaikan oleh Gubernur," tegas Mentan dengan nada optimis.
Keputusan menjadikan NTB sebagai poros bawang putih bukan tanpa alasan. Mentan memuji hasil produksi petani lokal yang mencapai rata-rata 20 ton per hektar, bahkan ada yang menembus angka 28 ton per hektar.
"Kualitas bawang putih NTB sangat bagus, jauh melampaui barang impor. Karena itulah kami memusatkan program pemerintah di sini," tambahnya setelah meninjau langsung lantai jemur dan lahan tanam.
Guna memastikan program ini berjalan mulus, Kementerian Pertanian menyiapkan dukungan anggaran penuh dari APBN, termasuk pengadaan bibit untuk total 700.000 hektar. Tak hanya soal produksi, pemerintah juga memberikan jaminan pasca-panen bagi petani melalui skema Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
"Negara yang akan menjamin agar harga terjaga. Target kita jelas: tidak boleh ada petani yang rugi," kata Mentan disambut tepuk tangan para hadirin.
Di hadapan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Pulau Lombok, Mentan Amran memberikan motivasi keras. Ia meminta para penyuluh untuk menjadi teladan dengan memiliki kebun sendiri dan berhenti banyak alasan dalam bekerja.
"Jangan tanya apa yang negara berikan padamu, tapi pikirkan apa yang bisa kamu berikan untuk negara. PPL bisa jadi Menteri atau Gubernur jika mau bekerja keras. Negara ini akan maju jika kita bilang 'Siap' dan langsung bertindak," pesannya.
Kunjungan ini diakhiri dengan dialog interaktif, Mentan memberikan solusi langsung atas berbagai kendala yang dihadapi petani dan penyuluh di lapangan. Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan dukungan pusat, NTB kini memikul tanggung jawab besar sebagai harapan baru kemandirian pangan Indonesia. (RS)



