BULELENG BALI - Radarselaparang.com || Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Bali Nusa Tenggara mengirimkan pesan kuat bagi masa depan organisasi di Pulau Dewata. Dalam momentum pelantikan PC PMII Buleleng di Kantor Bupati Buleleng, Sabtu (1/2), PKC menegaskan bahwa status quo saat ini belum cukup.
Momentum pelantikan PC PMII Buleleng di Kantor Bupati Buleleng
Sekretaris PKC PMII Bali Nusra, Suci Ramadhani Putri, secara gamblang menyoroti minimnya jumlah cabang di Bali yang hingga kini masih terpaku pada dua titik: Denpasar dan Buleleng. Menurutnya, sudah saatnya PMII keluar dari zona nyaman dan melakukan penetrasi lebih dalam ke kabupaten-kabupaten lain.
"Ke depan, PMII harus hadir lebih luas dan merata di Bali agar gerakan kaderisasi dan advokasi keumatan bisa dirasakan secara menyeluruh," tegas Suci dalam sambutannya.
Sebagai organisasi yang menaungi wilayah strategis Bali, NTB, dan NTT, PKC PMII Bali Nusra tidak ingin sekadar melakukan seremoni pelantikan. Ada target ekspansi yang jauh lebih besar, yakni Pemerataan Struktur dengan Mempertegas peran PMII sebagai organisasi intelektual yang tidak hanya berpusat di kota besar, Akselerasi Deklarasi dengan PKC berkomitmen mendampingi lahirnya cabang-cabang baru, khususnya di wilayah Bali dan NTT yang memiliki potensi kader melimpah, dan Penguatan Advokasi dengan Memastikan suara mahasiswa hadir di setiap sudut wilayah Bali-Nusra.
Bagi PKC, PC PMII Buleleng yang baru saja dilantik bukan sekadar struktur baru, melainkan motor penggerak. Buleleng diharapkan menjadi "laboratorium" kaderisasi yang mampu memicu efek domino bagi pembentukan cabang-cabang baru di sekitarnya.
Langkah ini dianggap sebagai strategi krusial untuk mempertegas identitas PMII sebagai organisasi perjuangan. PKC tidak hanya ingin melihat penambahan jumlah anggota, tetapi juga perluasan basis intelektual yang mampu menjawab tantangan zaman di tengah kemajemukan Bali. (*)
