![]() |
| Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin secara resmi buka rakor Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. |
Acara ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan eksekutif, legislatif (DPRD), akademisi, NGO, hingga tokoh masyarakat untuk merumuskan arah kebijakan pembangunan tahun ketiga dalam periode RPJMD 2025-2029.
Dalam pidatonya, Bupati H. Iron memaparkan capaian positif indikator makro daerah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Timur tahun 2025 tercatat sebesar 72,35%, mengalami kenaikan 0,87 poin dari tahun sebelumnya.
Kualitas hidup masyarakat juga menunjukkan tren menggembirakan dengan Usia Harapan Hidup mencapai 72,29 tahun, sehingga Lombok Timur berada di peringkat ketujuh se-NTB dalam hal IPM.
"Namun, tidak perlu berkecil hati karena jumlah penduduk kita jauh lebih besar. Kita syukuri kenaikan ini sambil terus berupaya menembus posisi enam besar," ujar Bupati optimis.
Salah satu poin menonjol dalam paparan Bupati adalah pertumbuhan ekonomi masyarakat yang melesat di angka 6 persen lebih. Angka ini tergolong istimewa karena berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Bupati Iron menyebut kehadiran Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu booster ekonomi yang mendorong geliat sektor pertanian dan peternakan lokal.
"Pergerakan ekonomi bisa kita lihat langsung setiap hari. Meski inflasi berada di angka 3,21% karena tekanan harga yang kuat, namun tingkat pengangguran terbuka berhasil kita tekan menjadi 2,82%," imbuhnya.
Penurunan Angka Kemiskinan
Data kesejahteraan sosial juga menunjukkan perbaikan Persentase Penduduk Miskin Turun menjadi 13,53% (sebelumnya 14,51%), Indeks Kedalaman Kemiskinan Menurun ke angka 2,46%, dan Indeks Keparahan Kemiskinan: Menurun menjadi 0,61%.
Bupati H. Iron menutup arahannya dengan pesan kuat kepada seluruh stakeholder. "Tidak ada keberhasilan yang baik dan maju tanpa perencanaan yang matang. Inilah saatnya semua berpikir untuk kemajuan bersama."turupnya.
Kepala Bappeda Lombok Timur, M. Zaidar Rohman, menjelaskan bahwa masukan dari konsultasi publik ini akan menjadi dasar utama Musrenbang Kabupaten. Tujuannya adalah memastikan RKPD 2027 selaras dengan visi Lombok Timur SMART (Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan).
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Lombok Timur, Wais Al Qarni, menegaskan komitmen legislatif untuk mengawal program-program skala prioritas.
"Ini adalah momentum semangat baru. DPRD sebagai mitra strategis akan memastikan pembangunan benar-benar berpihak pada kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Wais. (rs)


