Daftar Isi [Tampil]

Empat pelaku pengerusakan fasilitas dapur MBG Paok Lombok saat menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Polres Lombok Timur
LOMBOK TIMUR –- Radarselaparang.com ||Tim Opsnal Polres Lombok Timur bergerak cepat meringkus empat orang pria yang diduga kuat melakukan aksi pengerusakan fasilitas pendidikan. Keempat pelaku ditangkap di kediaman mereka di Dusun Paok Lombok, Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, tanpa perlawanan pada Rabu siang (18/02/2026).

Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan polisi nomor: LP/B/22/II/2026/SPKT/POLRES LOTIM/POLDA NTB yang dilayangkan oleh korban, MT(46), sesaat setelah kejadian.

Aksi pengerusakan ini menyasar bangunan Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Madrasah Unwanul Falah Paok Lombok. Berdasarkan keterangan pelapor, peristiwa tersebut baru diketahui pada Selasa malam (17/02/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

Para pelaku diduga melakukan pengerusakan secara brutal dengan cara Merobohkan gerbang bangunan dan membuangnya ke sungai dan Merusak atap dan pintu bangunan hingga tidak dapat digunakan.

Akibat kejadian ini, pihak Madrasah diperkirakan mengalami kerugian materil mencapai Rp 30.000.000 (Tiga Puluh Juta Rupiah).

Keempat pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka adalah AS (25), HM (34), SM (22), dan AM (20). Keempatnya merupakan warga Dusun Paok Lombok yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta.

Kasi Humas Polres Lotim AKP Nikolas Osman mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan tepat pukul 12.00 Wita setelah tim melakukan penyelidikan intensif dan memonitor keberadaan para pelaku di rumah masing-masing.

"Saat ini, para pelaku beserta barang bukti telah kami amankan di Markas Polres Lombok Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka sesuai hukum yang berlaku," ungkap AKP Nikolas.

Seminggu sebelum pengerusakan fasilitas program Makan Bergizi Gratis tersebut telah berlangsung aksi penolakan didepan kantor desa atas perdirian dapur MBG tersebut yang didirikan diatas tanah wakaf dengan menghadirkan pengurus Ponpes yang diwakili oleh pelapor. Polisi masih melakukan pendalaman guna mengungkap alasan di balik aksi nekat para pemuda ini. (rs)