![]() |
| Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, meresmikan lima unit Ruang Kelas Baru (RKB) di SDN 2 Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya. |
Bukan gedung biasa, ruang kelas ini merupakan hasil donasi Happy Hearts Indonesia–Australia yang dibangun menggunakan bahan inovatif berupa plastik daur ulang (Eco-bricks).
Dalam sambutannya, Wabup Edwin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Happy Hearts Indonesia dan mitra sponsornya, Classroom of Hope (CoH) dari Australia. Ia menekankan bahwa pembangunan ini adalah jawaban nyata atas persoalan sampah plastik.
"Ini bukan sekadar bangunan, tapi simbol kesadaran lingkungan. Sejalan dengan arahan Presiden bahwa kebersihan sampah adalah gerakan nasional, saya meminta masyarakat Desa Gunung Malang lebih peduli terhadap sampah plastik," tegas Wabup.
Wabup juga menegaskan bahwa Pemerintah Daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi lembaga non-pemerintah (NGO) untuk berkolaborasi membangun Lombok Timur, khususnya di sektor pendidikan.
Perwakilan Happy Hearts Indonesia, Tamrin, mengungkapkan fakta mencengangkan di balik pembangunan ini. Hingga saat ini, program mereka telah berhasil Mendaur ulang sekitar 99 ton sampah plastik, Mengurangi emisi karbon hingga 14 ton, dan Membangun 12 sekolah di Lombok Timur dengan total 73 ruang kelas dan 48 toilet.
Ruang kelas di SDN 2 Gunung Malang ini dirancang dengan standar kualitas tinggi, ramah anak, dan tahan lama. "Kami berharap para guru dapat menciptakan suasana kelas yang menarik agar proses belajar semakin optimal," tambah Tamrin.
Manager Classroom of Hope (CoH), Rachel, menjelaskan bahwa program "sekolah blok" ini bermula dari niat tulus untuk membangun kembali sekolah-sekolah yang terdampak gempa bumi Lombok beberapa tahun lalu.
Dengan dukungan donatur dari Australia, sekolah ini kini berdiri tegak sebagai sekolah yang tidak hanya aman secara struktur, tetapi juga berkelanjutan bagi alam.
Kepala SDN 2 Gunung Malang, Fathussabir, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Proses pembangunan lima ruang kelas ini tergolong sangat cepat, yakni hanya 45 hari.
"Hampir 100 persen bangunan sekolah kami berdiri dari hasil kedermawanan berbagai pihak. Kami berharap dukungan masyarakat terus berlanjut untuk menjaga dan merawat titipan berharga ini," pungkasnya.
Acara tasyakuran peresmian ini ditutup dengan peninjauan langsung ruang kelas baru yang tampak modern, bersih, dan nyaman bagi para siswa. (rs)


