![]() |
| Korban kasus perundungan di salah satu SDN Peringgabaya saat mendapatkan perawatan di RSUD R. Soedjono Selong |
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi otoritas pendidikan setempat, mengingat aksi kekerasan tersebut terjadi di lingkungan sekolah tempat yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak.
Kekejaman yang dialami HAZF terungkap setelah korban tak lagi mampu menahan rasa sakit. Supriyadi, ayah korban, membeberkan pengakuan memilukan dari putranya. Insiden yang terjadi pada Rabu pekan lalu itu melibatkan kontak fisik yang tidak wajar untuk ukuran anak sekolah.
"Anak saya bercerita bahwa dia didorong dan dinaiki oleh pelaku. Kejadiannya Rabu pekan lalu, tapi kondisinya tidak kunjung sembuh malah semakin parah," ungkap Supriyadi saat ditemui di RSUD R. Soedjono Selong, Selasa (03/02/2026).
Luka yang dialami HAZF tergolong spesifik. Ia mengeluhkan rasa sakit di sepanjang sisi kiri tubuhnya, mulai dari dada, tangan, hingga paha. Ketakutan yang hebat dan sikap bungkam korban menjadi sinyal kuat bahwa "luka" yang diderita bukan sekadar fisik, melainkan hantaman mental yang hebat.
Keluarga awalnya mengira sakit tersebut hanya cedera ringan. Namun, setelah dibawa ke dokter spesialis, korban langsung dirujuk ke RSUD Dr. R. Soedjono Selong pada hari Minggu kemarin untuk penanganan darurat. Saat ini, tim medis tengah fokus memeriksa kemungkinan adanya cedera organ dalam akibat tekanan fisik yang dialami korban.
Supriyadi menegaskan bahwa pihak keluarga tidak akan tinggal diam. Ia menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait, terutama jika ditemukan bukti adanya kelalaian atau pembiaran oleh pihak sekolah saat aksi perundungan terjadi.
Di sisi lain, aparat mulai turun tangan. Bhabinkamtibmas setempat, mengonfirmasi bahwa proses pengumpulan data sedang berlangsung.
"Kami masih mengumpulkan informasi dari pihak sekolah, orang tua korban, dan saksi-saksi lainnya untuk mendalami permasalahan ini," jelasnya.
Kasus HAZF adalah alarm bagi Dinas Pendidikan Lombok Timur. Ketika seorang anak harus dirawat di rumah sakit akibat ulah temannya, maka kata "kenakalan" sudah tidak lagi relevan. Ini adalah bentuk kegagalan sistem pengawasan di sekolah.
Jika tidak ada tindakan tegas dan evaluasi menyeluruh terhadap sekolah yang bersangkutan, kasus HAZF hanya akan menjadi angka dalam daftar panjang korban perundungan yang terabaikan. (rs)


