![]() |
| Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya. |
Kehadiran sosok orang nomor dua di Lombok Timur ini menjadi magnet tersendiri bagi warga, tokoh agama, hingga kalangan pendidik yang memadati lokasi acara. Bagi Wabup Edwin, berdirinya masjid megah tersebut bukan sekadar soal konstruksi fisik, melainkan bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, pemuka agama, dan rakyat.
"Hikmahnya, ketika ulama, umara' (pemerintah), dan masyarakat bersatu, apapun bisa kita kerjakan. Wujud nyata dari persatuan itu adalah masjid yang kita tempati hari ini," ujar Wabup Edwin dalam sambutannya yang disambut antusias oleh jamaah.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Edwin menekankan komitmennya untuk terus mendukung visi Lombok Timur yang religius. Ia memastikan bahwa pemerintah akan senantiasa hadir memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan serta sarana penunjangnya di seluruh wilayah Lombok Timur.
Tak hanya soal pembangunan lokal, Wabup Edwin juga memberikan wawasan strategis mengenai perubahan sistem haji. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya Kementerian Haji dan Umrah, kini diterapkan skema "Kesehatan Dahulu, Pelunasan Kemudian".
"Pengecekan kesehatan kini mendahului pelunasan biaya haji. Ini dilakukan untuk efisiensi waktu tunggu yang saat ini mencapai 26 tahun. Kita harapkan sistem baru ini dapat memperpendek masa tunggu jamaah kita," jelasnya.
Apresiasi Atas Kerja Keras Masyarakat
Wabup Edwin juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pembangunan dan seluruh masyarakat Desa Toya yang telah berjuang membangun masjid selama tiga tahun terakhir di bawah bimbingan Tuan Guru H. Muhammad Sapoan.
Kehadiran Wakil Bupati ini juga mengawal rangkaian kegiatan sosial yang menyertai syukuran, mulai dari khitanan massal hingga santunan anak yatim dan piatu. Kehadiran pejabat teras daerah ini ditutup dengan mendengarkan tausiyah keagamaan dari Tuan Guru Abdulloh Husni bersama para tokoh penting lainnya seperti Anggota DPRD, perwakilan MUI, dan Camat Aikmel. (rs)


