Daftar Isi [Tampil]

Dinas Sosial, Kejari, dan Inspektorat Lombok Timur pantau pendistribusian paket sembako ramadan di sejumlah titik.
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam memberantas kemiskinan ekstrem terus diperkuat melalui pengawasan ketat di lapangan. Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menggandeng Tim Probity Audit serta Tim PPS Intelijen Kejaksaan Negeri Lombok Timur (Kejari Lotim) untuk melakukan monitoring langsung pendistribusian paket sembako di sejumlah titik strategis. Ahad (15/3/2026).

Langkah kolaboratif ini diambil untuk memastikan bahwa Program Pengadaan Paket Sembako Tahun 2026, yang merupakan salah satu Proyek Strategis Daerah, berjalan tanpa hambatan dan benar-benar sampai ke tangan yang berhak.

Pemantauan dilakukan secara intensif dengan menyisir beberapa desa dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang signifikan yakni Desa Tanak Gadang: Peninjauan terhadap penyaluran bagi 397 KPM, Desa Telaga Waru: Monitoring distribusi untuk 889 KPM, dan Desa Bagek Papan: Memastikan hak bagi 587 KPM tersampaikan dengan baik.

Tak hanya berhenti di lokasi penyaluran, tim juga mengawal ketat proses pergerakan logistik. Sebanyak 1.732 paket sembako dipantau langsung mulai dari gudang penampungan sementara hingga tiba di Kantor Desa Batuyang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Siti Aminah, S.Sos selaku Kepala Dinas Sosial Lombok Timur, Ugik Ramantyo, S.H. Kasi Intelijen Kejari Lombok Timur, dan Aluh Ruhbaniah selaku Irbansus Inspektorat Lombok Timur.

Kehadiran unsur Kejaksaan dan Inspektorat ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak main-main dalam menjaga akuntabilitas publik. Hingga pukul 13.00 WITA, dilaporkan seluruh proses distribusi berjalan aman, tertib, dan lancar.

"Melalui pemantauan langsung ini, kita ingin memastikan bantuan sosial berlangsung transparan, akuntabel, serta tepat sasaran. Ini adalah bagian dari ikhtiar besar kita menghapus kemiskinan ekstrem di Lombok Timur," ujar Kadis Sosial Siti Aminah di sela-sela kegiatan.

Dengan pengawasan yang berlapis, diharapkan program strategis ini tidak hanya sekadar menjadi bantuan rutinitas, tetapi menjadi instrumen efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Patuh Karya. (rs)