![]() |
| TKP bocah NS (8), warga Dusun Rempek, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di Bendungan Embung Raja |
Kejadian yang menimpa pelajar sekolah dasar ini menjadi peringatan keras bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di area perairan.
Peristiwa bermula sekitar pukul 12.00 WITA. Korban diketahui pergi berenang ke bendungan bersama dua orang temannya, IS (8) dan MP (7). Setelah sekitar 30 menit bermain air, kedua teman korban memutuskan untuk naik ke daratan terlebih dahulu.
Namun, saat saksi IS sedang mengenakan pakaian, ia menyadari korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air. Panik, saksi langsung berteriak meminta tolong kepada warga sekitar dan petugas PLN yang kebetulan berada di dekat lokasi kejadian.
Warga bersama petugas segera melakukan pencarian. Sekitar 10 menit kemudian, tubuh korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Korban segera dilarikan ke UGD Puskesmas Terara sekitar pukul 13.00 WITA. Berdasarkan keterangan medis dari dr. Rody Kurniawan, saat tiba di Puskesmas, kondisi korban sudah sangat kritis dengan nadi yang tidak teraba dan pupil mata melebar.
"Tim medis telah melakukan upaya Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebanyak lima siklus, namun nadi dan pernapasan tetap tidak ada. Pemeriksaan EKG menunjukkan hasil garis lurus (flat)," terang IPTU Lalu Rusmaladi, Kasi Humas Polres Lotim.
Gabungan Piket Fungsi Polsek Terara bersama Unit Identifikasi Polres Lombok Timur langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan memasang garis polisi. Kapolsek Terara melalui tim penyidik menyatakan bahwa kejadian ini murni kecelakaan saat berenang.
Pihak keluarga korban menyatakan telah ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi. Jenazah korban rencana akan dimakamkan pada Kamis (05/03) pukul 13.00 WITA di Pemakaman Umum Dusun Bune.
Kawasan bendungan ini merupakan bagian dari kompleks Bendungan Pandan Duri yang memang dikenal rawan. Meski telah berulang kali memakan korban—baik dewasa maupun anak-anak—lokasi ini masih sering dijadikan tempat berenang tanpa pengawasan yang memadai.
"Kami mengimbau dengan sangat agar warga di sekitar kawasan bendungan lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak beraktivitas di pinggir air tanpa pengawasan ketat dari orang dewasa guna mencegah terulangnya tragedi serupa," pungkasnya. (RS)


