Daftar Isi [Tampil]

Evakuasi jasad korban balita 2,5 tahun ditemukan  meninggal mengapung di aliran sungai Bendungan Kekoro, Desa Sembalun Timba Gading
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Pencarian mencekam selama tiga hari terhadap Muhammad Rapip Saki, balita berusia 2,5 tahun yang hilang di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, berakhir dengan kabar duka. Bocah malang tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (11/3/2026) sore tadi sekitar pukul 15.30 WITA.

Jasad korban ditemukan mengapung di aliran sungai Bendungan Kekoro, Desa Sembalun Timba Gading, sekitar tiga kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang pada Minggu (8/3) lalu.

Penemuan memilukan ini bermula ketika empat remaja setempat—Hekal (17), Figal (16), Agun (15), dan Dimas (17)—hendak mandi di sungai tersebut. Saat mendekati aliran air, mata mereka tertuju pada sebuah benda yang hanyut terbawa arus.

"Awalnya kami kira boneka yang hanyut karena kondisinya sudah membengkak. Tapi setelah didekati, ternyata jasad anak kecil. Kami langsung ketakutan dan lari mencari bantuan," ungkap Hekal dengan nada bergetar.

Kabar tersebut segera sampai ke telinga keluarga. Ayah korban, Amaq Merli, yang tak kenal lelah menyisir wilayah Sembalun selama tiga hari terakhir, langsung bergegas ke lokasi untuk mengevakuasi buah hatinya ke rumah duka di Dusun Dasan Kodarat.

Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, menjelaskan bahwa posisi penemuan jasad menunjukkan betapa kuatnya arus sungai saat kejadian. Korban ditemukan sejauh tiga kilometer ke arah barat dari lokasi hilangnya yang hanya berjarak 10 meter dari depan rumahnya. Operasi SAR yang melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Mataram, TNI, Polri, BPBD, serta ratusan relawan dan warga secara resmi kami nyatakan ditutup.

"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pencarian ini," ujar Darwis.

Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini. Ia mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah mengikhlaskan kejadian tersebut dan memilih untuk tidak dilakukan visum maupun autopsi.

Tragedi ini bermula pada Minggu pagi, saat korban ditinggal ibunya hanya sekitar tujuh menit untuk beraktivitas di dalam rumah. Naas, saat sang ibu kembali ke depan rumah, Rapip sudah tidak terlihat lagi.

Jenazah korban telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sembalun Lawang pada Rabu sore diiringi isak tangis keluarga dan warga sekitar.

Peristiwa memilukan ini menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak kecil, terutama yang tinggal di lingkungan dekat aliran sungai atau area rawan lainnya. (rs)