Daftar Isi [Tampil]
tegas saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Selaparang Finansial XIX Tahun Buku 2025
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Selaparang Finansial XIX Tahun Buku 2025
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Nada bicara Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, terdengar tegas saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Selaparang Finansial XIX Tahun Buku 2025 di aula kantor setempat, Selasa (3/3/2026). Di hadapan jajaran direksi dan komisaris, Bupati memberikan "rapor merah" atas performa perusahaan yang dinilai masih jauh dari ekspektasi.

Hadir didampingi Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Bupati Haerul menyoroti ketimpangan antara keuntungan dan angka kredit macet yang menghantui BUMD milik pemerintah daerah tersebut.

Bupati H. Iron panggilan akrabnya secara terbuka mengkritisi kondisi keuangan perusahaan yang dianggap tidak sehat. Strategi manajemen dalam mencari solusi atas permasalahan yang ada disebut menjadi kunci kegagalan atau keberhasilan sebuah lembaga keuangan.

"Yang saya lihat ini keuntungan di bawah 5 persen, tapi Kredit Macet di atas 10 persen itu tidak bagus!" cetus Bupati H. Iron dengan lugas.

Sebagai langkah penyelamatan darurat, Bupati H. Iron menginstruksikan manajemen untuk melakukan beberapa langkah penting yakni Prioritas Penagihan dengan melibatkan seluruh karyawan dalam upaya penagihan utang, Pelatihan Khusus dengan membekali SDM dengan keahlian penagihan agar lebih efektif di lapangan, dan Diskusi Ahli untuk meminta direksi membuka ruang diskusi dengan tenaga ahli sebelum mengambil kebijakan strategis agar tidak merugikan perusahaan.

Bupati H. Iron menutup arahannya dengan peringatan keras bagi manajemen untuk melakukan pemetaan ulang potensi pasar agar dana tidak hanya mengendap di bank, melainkan berputar produktif untuk masyarakat.

"Kita sesuaikan target dengan potensi yang masuk akal. Saya ingin melihat perubahan nyata pada RUPS tahun depan: kredit macet turun dan keuntungan harus naik!" pungkas H. Iron.

Menanggapi evaluasi tersebut, Dewan Komisaris Utama PT Selaparang Finansial, Muhammad Isra'i, mengakui kinerja tahun 2025 memang belum maksimal. Ia menjelaskan bahwa perusahaan tengah berada dalam fase transisi kepemimpinan yang krusial di tengah dinamika ekonomi nasional dan keterbatasan anggaran daerah.

Meski demikian, pihak perusahaan mengklaim telah menyiapkan sejumlah jurus penyehatan, antara lain Restrukturisasi piutang dan penataan modal, Penguatan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, dan Optimalisasi biaya operasional dan perbaikan Sistem Pengendalian Internal (SPI).

​Di sisi lain, Direktur Utama PT Selaparang Finansial, Iva Nuril Solihani, memaparkan sisi ketahanan perusahaan. Di saat jumlah perusahaan modal ventura di Indonesia merosot tajam dari 23 entitas pada 2024 menjadi hanya 17 di tahun 2025, PT Selaparang Finansial tetap berdiri tegak sebagai entitas murni milik Pemda.

"Bahwa perusahaan tetap berkomitmen pada kesejahteraan 25 karyawannya serta aktif dalam aksi sosial, mulai dari rehabilitasi masjid hingga santunan anak yatim," ungkap Iva Nuril. (rs)