Lombok Timur - Radarselaparang.com || Keheningan malam ibadah di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, berubah menjadi mencekam pada Ahad malam (8/3/2026). Sebuah sepeda motor Honda Beat milik terduga pencuri ludes dibakar massa yang naik pitam akibat maraknya aksi pencurian buah alpukat jenis Hass yang meresahkan petani setempat.
Kesal, Sepeda motor pelaku pencurian alpukat di Sembalun dibakar masyarakat
Aksi pembakaran ini merupakan puncak kekesalan warga terhadap rentetan pencurian hasil bumi. Peristiwa bermula sekitar pukul 20.00 WITA. Di saat warga lain sedang melaksanakan salat tarawih, Amaq Dodik (50), seorang pemilik kebun, memilih absen dari masjid demi menjaga hartanya yang sudah berkali-kali dijarah.
Dugaan Amaq Dodik benar. Tak lama mengintai, ia memergoki dua pria tak dikenal masuk ke kebunnya dan mulai memetik alpukat Hass yang bernilai tinggi.
"Bukan hanya sekali dua kali kehilangan, makanya pemilik berjaga-jaga. Benar saja, baru petik empat biji, langsung dikagetkan," ujar Karis, kerabat korban.
Sempat terjadi ketegangan saat Amaq Dodik mencoba menghadang kedua pelaku sendirian. Karena kalah jumlah, ia berteriak meminta tolong hingga warga dan kerabatnya, Amaq Egi, datang mengepung.
Merasa terdesak, kedua pelaku nekat melarikan diri ke arah utara dan selatan, meninggalkan sepeda motor mereka begitu saja. Warga yang tersulut emosi karena sering mengalami kerugian besar—bahkan hingga hitungan kuintal tepat sebelum panen—akhirnya melampiaskan kemarahan dengan membakar motor pelaku hingga tersisa kerangka.
Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri, mengonfirmasi kejadian tersebut. Meski saat kejadian personel kepolisian sedang fokus mengamankan ibadah tarawih, pihak kepolisian segera meluncur ke lokasi di Dusun Lauk Rurung Barat untuk mengamankan situasi.
Sejumlah barang bukti telah diamankan, di antaranya Satu kerangka sepeda motor yang hangus terbakar, Sebilah golok dan kain sarung, Tas caril (keranjang/tas angkut), dan Lima buah alpukat Hass hasil curian.
Pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Desa Sembalun Bumbung mengimbau agar warga tidak lagi melakukan aksi main hakim sendiri di masa mendatang.
"Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada kepolisian. Unit Satreskrim saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas kedua pelaku," tegas IPTU Lalu Subadri.
Saat ini, situasi di Sembalun Bumbung telah berangsur kondusif, namun patroli gabungan terus ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di tengah musim panen alpukat. (rs)

