Daftar Isi [Tampil]

Seorang balita berusia 2,5 tahun, Muhamad Rapip Saki, dilaporkan hilang secara misterius saat sedang bermain di dekat rumahnya di Dusun Dasan Kodarat, Desa Sembalun Lawang
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Suasana syahdu di bawah kaki Gunung Rinjani mendadak berubah menjadi kepanikan. Seorang balita berusia 2,5 tahun, Muhamad Rapip Saki, dilaporkan hilang secara misterius saat sedang bermain di dekat rumahnya di Dusun Dasan Kodarat, Desa Sembalun Lawang, Ahad (8/3/2026) pagi.

Hingga Minggu sore, tim gabungan masih menyisir area perbukitan dan aliran sungai, namun keberadaan bocah malang tersebut masih menjadi teka-teki.

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 07.00 WITA. Sang ibu, Yuni, saat itu sedang sibuk melayani pembeli di depan rumahnya. Sesekali, ia memantau Rapip yang asyik bermain di sebuah kubangan air, hanya beberapa meter dari tempatnya berjualan.

Namun, maut dan nasib tidak ada yang tahu. Hanya berselang 15 menit saat Yuni kembali menoleh, kubangan air itu sudah kosong. Putranya hilang tanpa suara.

"Ibu korban sempat mengawasi dari kejauhan. Namun saat dilihat kembali, korban sudah tidak ada di tempat bermainnya," ujar Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri.

Pencarian mandiri oleh warga dan keluarga sempat dilakukan sebelum akhirnya ayah korban, Amaq Merli (52), melapor ke Mapolsek Sembalun pada pukul 12.00 WITA. Polisi segera menerjunkan personel untuk menyisir lokasi yang tergolong berisiko tersebut.
Titik hilangnya Rapip memang cukup rawan jarak ke sungai hanya sekitar 10 meter dari aliran sungai dengan vegetasi dikelilingi rimbunan pohon bambu yang lebat.

Hingga pukul 17.00 WITA, penyisiran yang melibatkan unit SAR Kecamatan dan warga di Dusun Dasan Tengak Timuk masih belum membuahkan hasil.

Bagi masyarakat yang melihat anak dengan ciri-ciri berikut, diharapkan segera melapor ke pihak berwajib dengan ciri -ciri korban :
Nama: Muhamad Rapip Saki (2,5 tahun).
Pakaian Terakhir: Sweater hijau dan celana warna hijau botol.
Fisik: Kulit putih, rambut hitam.

IPTU Lalu Subadri menegaskan agar kejadian ini menjadi pelajaran pahit bagi para orang tua. Unsur kelalaian pengawasan menjadi catatan kepolisian dalam kasus ini.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang memiliki balita, agar lebih ekstra dalam pengawasan. Jangan biarkan anak bermain sendirian di area terbuka yang dekat dengan sungai atau lokasi berbahaya lainnya," tegasnya.

Saat ini, operasi pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan kepolisian, Satsabhara, unit SAR, dan warga setempat dengan harapan Rapip dapat ditemukan dalam keadaan selamat.