LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Perilaku tak terpuji seorang pemuda berinisial MRE (19) berujung pada laporan polisi. Diduga gelap mata karena keinginannya memiliki sepeda motor Vespa tak segera dituruti, pemuda asal Kecamatan Sakra Barat ini tega menganiaya ayah kandungnya sendiri hingga mengalami luka-luka.
Gambar ilustrasi by google
Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi mengonfirmasi kejadian memilukan tersebut. Ia menjelaskan bahwa konflik keluarga ini memuncak pada Minggu (1/3/2026) sore setelah sebelumnya dipicu oleh percakapan kasar pelaku melalui pesan singkat.
Kejadian bermula saat pelaku meminta sang ayah untuk membelikannya sepeda motor Vespa. Namun, karena kondisi ekonomi yang belum memungkinkan, sang ayah meminta pelaku untuk bersabar. Tak terima dengan jawaban tersebut, pelaku mengirimkan pesan WhatsApp kepada adiknya yang berisi makian kasar yang ditujukan kepada sang ayah.
"Korban sempat membaca pesan kasar pelaku dan membalasnya dengan bijak, meminta pelaku pulang agar masalah bisa dibicarakan baik-baik," ujar Iptu Lalu Rusmaladi.
Sekitar pukul 15.00 WITA, pelaku pulang ke rumah namun dalam kondisi emosi yang meluap. Bukannya meminta maaf, MRE justru berteriak-teriak menantang sang ayah. Saat sang ayah mendekat untuk menenangkan, pelaku justru melakukan tindakan fisik yang brutal dengan mendorong korban. Pelaku mendorong ayahnya hingga terjatuh dan membentur meja, mengakibatkan luka gores pada tangan kanan.
"Tidak berhenti di situ, pelaku melayangkan pukulan keras menggunakan tangan mengepal tepat ke arah mata korban sebanyak satu kali," ungkap Iptu Lalu Rusmaladi.
Akibat penganiayaan tersebut, sang ayah tidak hanya mengalami luka fisik berupa lebam di mata dan luka gores, tetapi juga merasakan pusing yang hebat. Kecewa dan merasa terancam oleh perilaku sang anak, korban akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sakra Barat.
"Saat ini laporan sudah diterima dan tengah ditindaklanjuti secara hukum. Kami sangat menyayangkan kejadian ini, di mana seorang anak tega berbuat kasar kepada orang tuanya sendiri hanya karena keinginan yang belum terpenuhi," tutup Iptu Lalu Rusmaladi. (rs)

