![]() |
| Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur, Muhammad Johan Firmansyah |
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur, Muhammad Johan Firmansyah, mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk memberikan edukasi sekaligus solusi nyata bagi para pekerja agar bisa memiliki rumah dengan beban finansial yang ringan.
"Tujuannya jelas, kami ingin memudahkan pekerja memiliki rumah melalui suku bunga yang sangat kompetitif dan tenor pinjaman yang panjang," ujar Johan.
Bekerja sama dengan Bank BTN, terdapat tiga kategori bantuan pembiayaan yang bisa dimanfaatkan oleh peserta:
1. Kredit Pemilikan Rumah (KPR): Pinjaman maksimal hingga Rp500 juta dengan tenor panjang mencapai 30 tahun. Program ini dikhususkan untuk kepemilikan rumah pertama.
2. Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP): Bantuan perbaikan rumah dengan plafon maksimal Rp200 juta dan tenor hingga 15 tahun.
3. Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP): Bantuan uang muka maksimal Rp150 juta dengan tenor hingga 15 tahun.
Tak hanya suku bunga yang dipatok rendah (BI Rate + 3%), BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan stimulus tambahan bagi para pendaftar di tahun 2026, antara lain:
1. Diskon Provisi sebesar 50% dan Bebas Biaya Administrasi.
2. Cashback senilai Rp1 Juta bagi dua pengajuan pertama yang lolos (khusus kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur).
Untuk menjaga ketertiban administrasi, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh tenaga kerja, di antaranya:
1. Telah terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan minimal 1 tahun.
2. Perusahaan tempat bekerja tertib administrasi dan tidak menunggak iuran.
3. Tidak terdaftar sebagai PDS (Perusahaan Daftar Sebagian) baik upah maupun tenaga kerja.
4. Khusus untuk KPR, merupakan rumah pertama.
5. Memenuhi syarat dan ketentuan dari Bank BTN serta OJK.
Johan berharap masyarakat Lombok Timur, khususnya para pekerja yang sudah menjadi peserta, dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui aset properti.
"Kami ingin manfaat JHT tidak hanya dirasakan saat masa tua nanti, tapi juga bisa dirasakan manfaatnya sekarang dalam bentuk hunian yang layak," tutupnya. (rs)


