LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Gelombang kekecewaan melanda warga Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur (Lotim) dinilai tidak konsisten dan tidak bertanggung jawab, terutama di tengah momen hari besar yang seharusnya membutuhkan pasokan air lebih banyak.
Kran kering krontang bukannya mengeluarkan air tapi hanya mengeluarkan angin.
Hingga hari ini Ahad (29/3/2026), warga mengeluhkan jadwal pengaliran air yang kian gaib. Air seringkali mati di saat jadwal yang seharusnya mengalir, atau muncul di jam-jam tak terduga dengan durasi yang sangat singkat.
Hariadi, salah satu warga setempat, tak mampu membendung kemarahannya. Ia menyebut kondisi saat ini jauh menurun dibandingkan beberapa bulan lalu yang masih tertib.
"Waktu pengaliran tidak menentu sekarang. Air sering mati dan kecil saat jadwal yang harusnya milik kami. Hari ini kita hanya mendapatkan angin saja, airnya tidak keluar. Jadi kami hanya membayar angin, bukan air!" cetus Hariadi dengan nada tinggi, Minggu (29/3/2026).
Selain debit air yang kecil, warga juga menyoroti buruknya komunikasi pihak PDAM. Tidak adanya sosialisasi terkait gangguan teknis atau perbaikan jaringan membuat warga tidak memiliki persiapan untuk menampung air.
"Kami bayar tagihan rutin setiap bulan, tapi layanan justru menurun. Kalau mau mematikan atau mengalihkan aliran, setidaknya ada pemberitahuan supaya kami bisa antisipasi," tambahnya.
Keresahan serupa disampaikan oleh Sahip. Ia meminta manajemen PDAM Lombok Timur untuk tidak hanya duduk di belakang meja, tetapi segera turun ke lapangan melakukan evaluasi teknis secara transparan.
Warga menuntut bukti nyata jika memang terjadi kerusakan pompa atau kebocoran pipa. Jika tidak ada perbaikan sistem distribusi yang merata, warga mengancam akan melakukan aksi nekat.
"Jika kendala dipicu faktor teknis, buktikan dong! Kalau begini terus, lebih baik kami rusak pipanya atau kembalikan uang kami," pungkas Sahip dengan tegas.
Menanggapi polemik yang memanas di Desa Ketangga, Direktur PDAM Lombok Timur memberikan respon singkat saat dikonfirmasi. Ia berjanji akan segera melakukan pengecekan terhadap keluhan warga tersebut.
"Kami tindak lanjuti ya," ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Ketangga masih menunggu langkah nyata dari PDAM untuk menormalisasi pasokan air. Warga berharap tidak ada lagi diskriminasi dalam pembagian air sehingga tidak ada masyarakat yang merasa disengsarakan oleh layanan publik tersebut. (rs)

