Lombok Timur - Radarselaparang.com || Kabupaten Lombok Timur kembali mengukuhkan posisinya sebagai daerah dengan komitmen kesehatan tinggi. Dalam acara silaturahmi bersama insan media, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong, Elly Widiani, mengungkapkan bahwa cakupan kepesertaan JKN di Lombok Timur telah mencapai 99,45%, jauh melampaui target nasional sebesar 98%. Kamis (12/3/2026).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong, Elly Widiani.
Meski mencatatkan angka fantastis, tantangan baru muncul per 1 Februari lalu. Sebanyak 63.000 peserta segmen PBI APBN (pemerintah pusat) dinonaktifkan berdasarkan SK Kementerian Sosial. Namun, masyarakat diminta tidak panik.
BPJS Kesehatan bersama Pemerintah Daerah Lombok Timur telah menyepakati skema khusus untuk menjamin warga tetap mendapatkan layanan, terutama bagi mereka yang membutuhkan penanganan mendesak seperti cuci darah atau operasi.
"Kami punya solusi bersama Pemda. Jika ada masyarakat yang tiba-tiba nonaktif saat membutuhkan layanan di rumah sakit, ada skema reaktivasi melalui Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan dengan kriteria tertentu. Intinya, kami berkomitmen paling lambat Juni 2026, tingkat keaktifan peserta kembali ke angka 80%," ujar Elly Widiani.
Dalam kesempatan tersebut, Elly memberikan gambaran menyentuh mengenai pentingnya iuran. Ia menjelaskan bahwa biaya satu operasi jantung bisa mencapai Rp135 juta.
"Untuk membiayai satu orang yang operasi jantung, dibutuhkan iuran dari 395 orang sehat peserta kelas 3. Itulah esensi JKN; yang sehat membantu yang sakit, yang mampu membantu yang kurang mampu," jelasnya. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya mendaftar saat sakit saja ( protection before rain).
Kini, berobat jauh lebih praktis. Peserta JKN di Lombok Timur tidak lagi wajib membawa kartu fisik Kiss hijau-putih.
1. Identitas: Cukup tunjukkan KTP atau menggunakan aplikasi Mobile JKN.
2. Keamanan: Fasilitas kesehatan kini dilengkapi pemindai sidik jari hingga face recognition (pengenal wajah) untuk mencegah penyalahgunaan identitas.
Menjelang libur panjang Idul Fitri pada 18-19 Maret mendatang, BPJS Kesehatan memastikan pelayanan tetap berjalan. Meski kantor fisik tidak buka penuh seperti hari biasa, petugas piket tetap disiagakan untuk melayani koordinasi fasilitas kesehatan dan administrasi mendesak hingga pukul 14.00 WITA.
BPJS Kesehatan mengajak seluruh masyarakat untuk memastikan status kepesertaannya tetap aktif sebelum masa libur tiba melalui kanal non-tatap muka:
1. Aplikasi Mobile JKN
2. Layanan PANDAWA (WhatsApp): 0811 8 165 165 Cukup masukkan nomor KTP dan tanggal lahir untuk cek status.
3. CHIKA (Chat Assistant).
"Jangan sampai saat sudah di rumah sakit baru bingung statusnya nonaktif. Segera cek lewat PANDAWA. Jika ada tunggakan, segera cicil atau lunasi agar perlindungan kesehatan keluarga tetap terjamin," pungkas Elly.

