Daftar Isi [Tampil]


Tim PPS dipimpin Kasi Intelijen, Ugik Ramantyo, S.H., tim melakukan kunjungan lapangan mendadak ke gudang penyimpanan sementara paket sembako Tahun 2026 di Desa Wanasaba
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com
||  Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Intelijen Kejaksaan Negeri Lombok Timur menunjukkan komitmennya dalam mengawal proyek strates daerah. Dipimpin langsung oleh Kasi Intelijen, Ugik Ramantyo, S.H., tim melakukan kunjungan lapangan mendadak ke gudang penyimpanan sementara paket sembako Tahun 2026 di Desa Wanasaba, Jumat (6/3/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengadaan bantuan pangan bagi masyarakat kecil tersebut berjalan sesuai koridor hukum, tepat mutu, dan tepat waktu.

Dalam sidak tersebut, Tim PPS didampingi oleh perwakilan Dinas Sosial serta pihak penyedia dari PT Tatar Sepang Alam Lestari. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, hingga kantong kemasan sudah mulai membanjiri gudang.

"Proses pengiriman masih terus berlangsung. Kami menargetkan seluruh komoditas sudah rampung masuk ke gudang sebelum tanggal 8 Maret 2026, sehingga proses pengemasan bisa segera dimulai," ujar Ugik.

Kejaksaan Negeri Lombok Timur tidak ingin main-main soal kualitas. Untuk menjamin masyarakat menerima bantuan terbaik, beberapa langkah verifikasi ketat akan dilakukan, diantaranya Uji Laboratorium Beras yang disiapkan wajib memenuhi kualifikasi Beras Premium, Tera Ulang Gula dan minyak goreng akan melalui proses penimbangan dan pengukuran volume yang melibatkan Dinas Perdagangan untuk memastikan tidak ada penyusutan atau ketidaksesuaian takaran, dan Keamanan Ketat Gudang penyimpanan kini dijaga 24 jam oleh petugas penyedia guna menjamin keamanan logistik sebelum didistribusikan ke seluruh desa di Kabupaten Lombok Timur.

Pengadaan Paket Sembako Tahun 2026 ini bukan sekadar bantuan biasa. Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Daerah Kabupaten Lombok Timur yang dirancang untuk mendukung program nasional dalam pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Kasi Intelijen Kejari Lotim, Ugik, menegaskan bahwa kehadiran jaksa dalam proyek ini adalah untuk melakukan fungsi preventif (pencegahan).

"Dengan pengawasan sejak di gudang, diharapkan tidak ada celah bagi praktik yang merugikan keuangan negara maupun masyarakat penerima manfaat," tegas Ugik.

Setelah proses pengemasan selesai, ribuan paket ini dijadwalkan akan segera didistribusikan secara serentak ke pelosok desa di seluruh Bumi Patuh Karya. (rs)