![]() |
| Sumardan, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Lombok Timur. |
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Lombok Timur, Sumardan, menyatakan bahwa meskipun informasi yang beredar di media sosial sangat masif, masyarakat diharapkan tetap tenang namun responsif terhadap instruksi resmi pemerintah.
Sumardan menekankan bahwa perlindungan negara hanya bisa maksimal jika keberadaan warga negara terdata dengan baik. Oleh karena itu, ia mengimbau para PMI baik yang berangkat secara prosedural (legal) maupun non-prosedural (ilegal) untuk segera mendekatkan diri dan melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat.
"Bagi PMI yang berada di daerah terdampak perang, silakan segera menghubungi KBRI. Ini penting agar Kementerian Luar Negeri memiliki data dan bisa memberikan perlindungan maksimal. Minimal ada koordinasi di sana untuk memantau kondisi warga kita," ujar Sumardan saat memberikan keterangan, Rabu (04/03/2026).
Pihak Disnaker mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mendeteksi keberadaan PMI yang berangkat secara ilegal maupun ilegal. Tanpa laporan mandiri dari yang bersangkutan atau keluarga, pemerintah daerah sulit memastikan posisi dan keselamatan mereka di tengah zona konflik.
"Kita tidak ingin bicara sembarangan atau terkesan sok tahu tanpa data yang benar dari kedutaan. Karena itu, kuncinya adalah melapor. Jangan sampai kita hanya melihat dari media sosial yang belum tentu kebenarannya, sementara kondisi di lapangan sangat dinamis dan mengerikan," tambahnya.
Selain imbauan bagi yang sudah berada di luar negeri, Disnaker Lombok Timur juga mengeluarkan peringatan bagi calon pekerja migran (CPMI). Pemerintah meminta warga untuk menunda keberangkatan menuju negara-negara atau wilayah yang saat ini masuk dalam zona terdampak konflik.
Langkah ini diambil guna menghindari risiko keselamatan jiwa yang lebih besar di tengah ketidakpastian situasi keamanan global. Apabila ada yang ingin menanyakan dan atau melaporkan keluarganya yang dalam keadaan/kondisi darurat berada di negara yang terdampak konflik di Timur Tengah saat ini, dapat menghubungi hotline/nomor darurat Perwakilan RI, dibawah ini
Hotline KBRI Riyadh, Arab Saudi +966 569173990
Hotline KJRI Jeddah, Arab Saudi +966 503609667
Hotline KBRI Manama, Bahrain +973 38791650
Hotline KBRI Tehran, Iran +98 9914668845 / +98 902 466 8889
Hotline KBRI Baghdad, Irak +964 7769842020
Hotline KBRI Amman, Jordan +962 7 7915 0407
Hotline KBRI Kuwait City, Kuwait +965 97206060 / 97809760
Hotline KBRI Beirut, Lebanon+961 70817310
Hotline KBRI Abu Dhabi, PEA (+971)566156259
Hotline KJRI Dubai, PEA (+971)564170333 / (+971)56-3322611
Hotline KBRI Doha, Qatar +974-44657945 / 44664981 / 33322875
Hotline KBRI Damaskus, Suriah +963 954 444 810 (rs)


