MATARAM - Radarselaparang.com || Alunan kreativitas dan semangat religius menyeruak di tengah hiruk-pikuk sore di Kampung PAS. Bukan oleh musisi jalanan biasa, melainkan oleh para Santri Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong yang turun gunung memeriahkan gelaran Festival Seni dan Ngabuburit Ramadhan, Rabu (4/3/2026).
Santri Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong yang turun gunung memeriahkan gelaran Festival Seni dan Ngabuburit Ramadhan di Mataram
Kehadiran para santri binaan ini menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Di bawah langit senja Mataram, mereka membuktikan bahwa jeruji besi bukanlah penghalang untuk berkarya, justru menjadi kawah candradimuka untuk menempa kepribadian yang lebih baik.
Partisipasi ini merupakan buah manis dari program pembinaan kepribadian dan kemandirian yang konsisten dijalankan oleh Lapas Selong. Para santri tidak hanya tampil untuk mengisi waktu luang, tetapi juga membawa misi perubahan citra pemasyarakatan di mata publik.
Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Sudirman, menegaskan bahwa momentum ini adalah bagian penting dari proses reintegrasi sosial. Keikutsertaan para santri bukan hanya untuk memeriahkan suasana Ramadhan, tetapi sarana membangun rasa percaya diri dan tanggung jawab.
"Ini adalah pembuktian bahwa mereka mampu berkontribusi positif bagi masyarakat," ungkap Sudirman.
Antusiasme pengunjung terlihat jelas saat menyaksikan penampilan seni yang disuguhkan. Suasana religius yang kental berpadu dengan kehangatan khas ngabuburit, menciptakan momen refleksi diri bagi para santri sekaligus jembatan komunikasi dengan dunia luar.
Kegiatan ini diharapkan dapat Memperkuat Mental, Menghapus Stigma: Menunjukkan sisi humanis dan produktif dari warga binaan, dan Menyambut Berkah: Mengisi bulan suci dengan aktivitas yang memberikan manfaat spiritual.
Melalui Festival Seni di Kampung PAS ini, Lapas Selong ingin mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat: bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan kedua. Semangat Ramadhan yang penuh berkah dijadikan pijakan bagi para santri untuk berkomitmen menjadi pribadi yang lebih baik saat bebas nanti.
Penampilan yang penuh totalitas ini ditutup dengan suasana penuh kehangatan tepat saat azan magrib berkumandang, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pengunjung yang hadir. (rs)

