Daftar Isi [Tampil]

Pembina Yayasan Swadaya Membangun, H. Moch Ali Bin Dachlan, menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam konflik global bukanlah tanpa kompas
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Dinamika politik internasional yang kian memanas, terutama ketegangan antara Iran dan Israel yang melibatkan dukungan Amerika Serikat, memicu respons serius dari sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam pernyataan sikapnya, mereka menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.

Tokoh senior sekaligus Pembina Yayasan Swadaya Membangun, H. Moch Ali Bin Dachlan, menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam konflik global bukanlah tanpa kompas. Ia mengingatkan kembali bahwa pijakan moral bangsa sudah tertanam kuat dalam konstitusi.

Ali BD panggilan akrabnya menggarisbawahi bahwa Pembukaan UUD 1945 telah mengamanatkan kemerdekaan sebagai hak segala bangsa. Oleh karena itu, segala bentuk agresi terhadap negara berdaulat adalah pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan.

"Konstitusi kita secara tegas menolak segala bentuk penjajahan. Prinsip ini harus menjadi pijakan dalam menyikapi konflik internasional apa pun," tegasnya saat diskusi di Suryawangi pada Rabu (11/3/2026).

Ia juga menaruh perhatian besar terhadap krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza, Palestina. Solidaritas penuh disampaikan kepada rakyat Palestina yang hingga detik ini masih berjuang demi kedaulatan dan hak menentukan nasib sendiri di tengah gempuran konflik yang tak kunjung usai.

Selain menyoroti agresi fisik, ormas di NTB juga menyentuh isu diplomatik yang sedang hangat diperbincangkan. Ali Bin Dachlan menyoroti kabar mengenai keterlibatan Presiden RI dalam forum Board of Peace (BOP) yang disebut-sebut diprakarsai oleh mantan Presiden AS, Donald Trump.

Mengingat forum tersebut berada di luar kerangka resmi PBB, muncul kekhawatiran dan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai arah diplomasi Indonesia.

"Kami berharap pemerintah memberikan penjelasan terbuka agar tidak muncul kesalahpahaman atau persepsi bahwa Indonesia mulai berpihak pada blok tertentu dalam konflik internasional," jelas mantan Bupati Lombok Timur tersebut.

Dalam pernyataan sikap tersebut, ormas di NTB merumuskan beberapa poin krusial bagi pemerintah dan komunitas internasional, diantaranya Menolak Keras segala bentuk agresi militer terhadap negara berdaulat, Mendukung Penuh kemerdekaan Palestina, Mendorong Konsistensi politik luar negeri Indonesia yang "Bebas dan Aktif", dan Mendesak PBB untuk mengambil langkah konkret menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil.

Menutup pernyataannya, Ali BD mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap tenang dan bijak. Ia berpesan agar isu global yang kompleks ini tidak dijadikan celah oleh pihak-pihak tertentu untuk memicu perpecahan di dalam negeri.

"Jaga persatuan, jangan mudah terprovokasi oleh isu global. Kedamaian di dalam negeri adalah prioritas kita bersama," pungkasnya. (rs)