![]() |
| Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Dalam agenda silaturahmi di Yayasan Pondok Pesantren Al Badriyah Rarang, Kecamatan Terara. |
Dalam agenda silaturahmi di Yayasan Pondok Pesantren Al Badriyah Rarang, Kecamatan Terara, Sabtu (28/02/2026), Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki posisi tawar yang sangat strategis dalam misi kemanusiaan ini.
Wakil Bupati Edwin menjelaskan bahwa pernikahan di usia yang belum matang bukan sekadar urusan administrasi, melainkan menyangkut keselamatan jiwa. Dampak yang sering terjadi meliputi Kehamilan Berisiko Ketidaksiapan fisik ibu muda memicu komplikasi persalinan, Kurangnya Nutrisi Ibu hamil di usia dini cenderung mengalami kekurangan gizi yang berdampak langsung pada janin, dan Ancaman Stunting Anak yang lahir dari pernikahan dini memiliki potensi besar mengalami gagal tumbuh atau stunting.
"Pernikahan pada usia yang belum matang, baik secara fisik maupun psikologis, adalah pintu masuk bagi masalah kesehatan ibu dan anak," ujar Wabup Edwin di hadapan para pengurus, guru, dan santri.
Wabup Edwin meyakini bahwa pesan moral dan agama yang disampaikan oleh lembaga pendidikan keagamaan jauh lebih efektif menyentuh hati masyarakat. Ia berharap pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi benteng edukasi bagi wali santri dan warga sekitar.
Harapan Pemerintah Daerah terhadap Pesantren yakni Edukasi Berkelanjutan dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya menunda usia perkawinan hingga matang, Kesiapan Mental & Ekonomi dengan menekankan bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan yang matang, bukan sekadar mengikuti tren atau paksaan, dan Kolaborasi Lintas Sektor dengan menjadi mitra pemerintah dalam menyosialisasikan gaya hidup sehat dan berkualitas.
Menuju Lombok Timur yang Sejahtera
Aksi kolaboratif ini merupakan bagian dari komitmen Pemda untuk mewujudkan visi Lombok Timur yang Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan (SMART). Dengan menekan angka perkawinan anak, diharapkan lahir generasi baru yang lebih sehat, cerdas, dan kompetitif.
"Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan tugas kita bersama, termasuk tokoh agama dan pendidik," tutupnya. (rs)


