Daftar Isi [Tampil]

Rumah beserta isinya ludes dilalap si jago merah di Dasan Tinggi Desa Sambelia. Ironisnya, meski markas Pemadam Kebakaran (Damkar) hanya berjarak 50 meter dari lokasi.
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Nasib malang menimpa Amak Sila, warga Dasan Tinggi, Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia. Rumah beserta isinya ludes dilalap si jago merah. Ironisnya, meski markas Pemadam Kebakaran (Damkar) hanya berjarak 50 meter dari lokasi, petugas tak berdaya memadamkan api lantaran mesin pompa air mobil pemadam mendadak macet. Rabu (18/3/2026).

Peristiwa bermula sekitar pukul 08.30 WITA. Saat itu, rumah dalam keadaan sepi karena Amak Sila sedang berada di ladang, sementara istrinya, Inak Sila, tengah berdagang. Tetangga korban pertama kali melihat kepulan asap tebal dari atap rumah dan langsung berteriak meminta tolong.

Warga berhamburan mencoba membantu, namun situasi berubah mencekam saat meteran listrik meledak. Ledakan tersebut membuat api semakin cepat menjalar ke seluruh bagian bangunan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting arus pendek listrik.

Kekecewaan Terhadap Unit Damkar
Warga segera melapor ke pos Damkar Sambelia yang posisinya sangat dekat dengan TKP. Namun, harapan warga pupus seketika. Meski armada sudah tiba di lokasi, mesin pendorong air gagal beroperasi.

"Tadi sebelum berangkat sudah dicoba dan airnya keluar, tapi sampai di lokasi malah tidak bisa beroperasi," ujar salah satu petugas Damkar dengan raut wajah malu dan penuh penyesalan.

Ketidakberdayaan petugas di tengah kobaran api memicu kemarahan warga. Inak Sila, istri korban, bahkan jatuh pingsan karena histeris melihat rumahnya habis dilalap api tanpa ada bantuan semprotan air dari armada Damkar.

Melihat mobil Damkar yang mandul, masyarakat Dasan Tinggi akhirnya bergerak secara manual. Dengan peralatan seadanya, warga bahu-membahu mengangkut air untuk menjinakkan api. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya berkat aksi solidaritas warga.

Satu unit sepeda motor Yamaha ADV beserta seluruh barang didalamnya ludes terbakar.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Berikut adalah aset yang gagal diselamatkan Satu unit rumah tinggal, Satu unit sepeda motor Yamaha ADV, dan Seluruh pakaian dan peralatan rumah tangga.

Kegagalan teknis ini menuai kritik pedas dari berbagai pihak. Salah satu tokoh masyarakat setempat menyatakan kekecewaannya secara terbuka.

"Damkar benar-benar tidak bisa diandalkan hari ini. Seandainya mesin itu berfungsi, harta benda Amak Sila pasti banyak yang bisa diselamatkan," cetusnya dengan nada kesal.

Warga lain juga menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah. Kalau mobil pemadam dan rescue tidak bisa dioperasikan saat darurat, berarti lembaga yang menaungi telah gagal.

"Ini harus jadi perhatian serius pimpinan, apalagi mobil yang ada di Sambelia ini sudah tua dan tidak layak pakai," tegas warga tersebut.

Saat ini, lokasi kejadian masih menyisakan puing-puing arang, sementara keluarga korban masih syok atas musibah yang menimpanya. Dan untuk diketahui anggota damkar Sambelia sebanyak 8 orang  tapi yang di lapangan 4 orang, 2 orang sakit, dan 2 orang lainnya izin tidak masuk. (rs/acip)