LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Semangat perjuangan Nahdlatul Wathan (NW) kembali bergelora di bumi Gora. Tepat pada Ahad (22/3/2026), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan sarana pendidikan di Desa Loyok, Kecamatan Sikur.
PBNW Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan sarana pendidikan di Desa Loyok, Kecamatan Sikur
Pembangunan ini menyasar dua titik penting dalam pengembangan dakwah NW, yakni Yayasan Pendidikan Mi’rojutholibin Assyafi’i NW dan Yayasan Ponpes Syaikh Assayyid Amin Al Qutbi NW (YASAYYIDI NW).
Momen bersejarah yang bertepatan dengan 2 Syawal 1447 H ini menjadi ajang ikhtiar batiniah, memohon doa dan dukungan agar perluasan sarana pendidikan di Jalan Gunung Mas Luthfi, Gunung Siu, ini berjalan lancar demi mencetak generasi Robbani.
Dalam balutan suasana khidmat setelah jamuan di kediaman Mamiq Wiralaga, Maulanasyaikh memberikan amanat yang membakar semangat para jemaah dan alumni. Di usia NW yang menginjak 73 tahun, beliau menekankan bahwa setiap alumni Madrasah NW memiliki kewajiban moral untuk terus mengabdi.
"Perjuangan NW harus dimulai dari hati. Kita tidak boleh membohongi diri sendiri; saat waktunya belajar, maka belajarlah dengan sungguh-sungguh," tegas PBNW.
Beliau juga memaparkan "rumus" keberhasilan dalam berorganisasi dan berdakwah melalui semboyan Yakin, Ikhlas, Istiqomah: Sebagai fondasi dasar setiap langkah. Dan Sami’na Wa Atha’na: Sebagai kunci pemungkas dalam ketaatan berorganisasi.
Maulanasyaikh berharap kehadiran Ponpes Syaikh Assayyid Amin Al Qutbi dan Madrasah Mi’rojutholibin Assyafi’i NW di Desa Loyok bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat syiar yang akan melebarkan sayap Nahdlatul Wathan ke seluruh penjuru dunia.
"Madrasah NW di seluruh NKRI adalah bukti cinta kita kepada organisasi. Wajib bagi kita semua untuk menghadiri dan menghidupkan majelis-majelis NW di mana pun berada," tambahnya sebelum melanjutkan perjalanan dakwah menuju zona selatan di Tampih, Sakra Barat.
Kegiatan ini menegaskan komitmen PBNW dalam memperkuat basis pendidikan di pelosok daerah, memastikan bahwa warisan pemikiran pendiri NW terus hidup dan relevan di tengah tantangan zaman. (rs)

