![]() |
| PHBI Masjid Baiturrahman Dasan Tiga Sambelia adakan Pengajian spesial dalam rangka Halal Bihalal dan Silaturrahim yang dirangkaikan dengan tradisi Lebaran Topat |
Acara yang dilaksanakan tepat setelah enam hari puasa sunnah Syawal ini menjadi catatan sejarah baru bagi kepengurusan PHBI setempat. Keberhasilan acara ini bukan tanpa perjuangan, mengingat ini adalah gebrakan perdana di masjid tersebut.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Sekcam Sambelia, Kabid Perikanan Lombok Timur, Pengurus FKPQ Lombok Timur, dan Segenap pengurus dan jamaah Masjid Baiturrahman.
Bermodal niat dan keberanian, Nasipudin, selaku panitia PHBI yang telah menjabat selama tiga tahun, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah impian lamanya. Melihat kemeriahan Lebaran Topat di desa-desa luar Kecamatan Sambelia, ia merasa terpanggil untuk menghidupkan suasana serupa demi memakmurkan masjid.
Menariknya, acara ini dilaksanakan di penghujung masa jabatan kepengurusan PHBI sesuai SK. Meski dihadapkan pada keterbatasan dana, Nasipudin memberanikan diri melangkah dengan niat tulus tanpa melalui musyawarah panjang demi menggugah semangat jamaah dalam kajian agama.
"Saya memberanikan diri mengadakan kegiatan ini tanpa ada dana sekalipun. Berbekal niat tulus ikhlas semata-mata ingin memakmurkan masjid dan mengajak jamaah kembali mengisi majelis taklim melalui momen Lebaran Topat ini," ujar Nasipudin penuh syukur.
Langkah berani tersebut mendapat respons positif. Dengan menggandeng Kepala Dusun Dasan Tinggi, Bapak Hapni, dan Ketua Pengurus Masjid, Bapak Muhir, S.Pd., undangan resmi disebarkan. Penceramah kondang, Tuan Guru Eka Budiansyah, SQ., LCQ., MAP., pun hadir memberikan kajian spesial.
Keajaiban silaturrahim terbukti nyata ketika dukungan mengalir deras dari Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur'an (FKPQ) Lombok Timur. Rekan-rekan forum menyumbangkan berbagai kebutuhan acara, mulai dari telur hingga ayam. Dukungan juga datang dari Camat Sambelia, Kanit Dikbud Sambelia, hingga pihak Jaya Ikhlas yang menyumbangkan air mineral.
Puncak acara ditandai dengan tradisi membawa Dulang Topat. Meski awalnya sempat khawatir akan kekurangan konsumsi, antusiasme ibu-ibu jamaah yang datang membawa dulang secara sukarela sangat luar biasa. Sebagai antisipasi, Nasipudin bahkan secara pribadi membiayai pembuatan 12 dulang tambahan melalui istri marbot masjid.
Dengan suksesnya acara ini, masa kepanitiaan PHBI periode ini ditutup dengan penuh kebahagiaan. Nasipudin berharap tradisi positif ini dapat dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya dengan lebih meriah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Dasan Tinggi.
"Saya merasa lega. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu secara materi maupun tenaga. Mohon maaf atas segala kekhilafan selama masa jabatan kami," pungkasnya. (rs/acip)


