Daftar Isi [Tampil]

 Lalu Muliadi, Kepala BPBD Lombok Timur.
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Menghadapi masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur mulai melakukan langkah strategis. Fokus utama saat ini adalah memastikan kesiapan infrastruktur logistik air bersih serta pemetaan wilayah yang diprediksi akan mengalami kekeringan.

Kepala BPBD Lombok Timur, Lalu Muliadi, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan inventarisasi ulang terhadap aset peralatan teknik, terutama armada tangki air dan tandon-tandon penampung yang tersebar di beberapa titik.

"Kita sedang berada di masa transisi. Persiapan sudah kita mulai dengan mengecek semua peralatan utama, mulai dari mobil tangki hingga tandon air di lapangan, guna memastikan semuanya siap operasional saat dibutuhkan nanti," ujar Lalu Muliadi.

Berdasarkan data tahun sebelumnya, terdapat 8 kecamatan di Lombok Timur yang menjadi langganan krisis air bersih. Namun, BPBD memprediksi jumlah jiwa maupun Kepala Keluarga (KK) yang terdampak pada tahun ini kemungkinan besar akan berkurang.
Beberapa wilayah yang tetap menjadi atensi utama adalah Kecamatan Jerowaru, Kecamatan Keruak, Serta beberapa desa di 6 kecamatan lainnya.

Optimisme penurunan jumlah warga terdampak ini didasari oleh masifnya program penyediaan air bersih yang masuk ke desa-desa rawan dalam setahun terakhir. Ada intervensi dari berbagai pihak, seperti penambahan jaringan pipa dari PDAM, pembangunan sumur bor oleh Universitas Pertahanan (Unhan), hingga program dari Dinas Pertanian.

"Ini sangat membantu mengurangi beban masyarakat yang sebelumnya sangat bergantung pada bantuan air tangki," jelasnya.

Lombok Timur juga terpilih menjadi salah satu dari 57 Kabupaten/Kota di Indonesia yang akan melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat. Dalam waktu dekat, tim akan bertolak ke kementerian terkait untuk membahas langkah-langkah mitigasi kekeringan secara komprehensif bersama BNPB dan pemerintah provinsi melalui program Siap Siaga.

Meski prediksi resmi mengenai puncak kemarau dari BMKG masih terus dipantau, BPBD mengimbau masyarakat untuk mulai bijak dalam penggunaan air bersih sebagai langkah antisipasi dini. (rs)