Daftar Isi [Tampil]

Ketua BAZNAS Lombok Timur H. Muhammad Kamli saat asesmen bersama Dinas Sosial.
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Kebakaran yang melahap lapak pedagang di Pasar Pringgabaya dan Suela direspons cepat. BAZNAS Kabupaten Lombok Timur bersama Dinas Sosial (Dinsos) Lotim langsung turun ke lokasi, Senin (28/4/2026), melakukan asesmen mendalam.

Langkah kolaboratif ini jadi wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dan lembaga amil zakat untuk meringankan beban ekonomi pedagang yang kehilangan tempat usaha dan barang dagangan.

Tiga Fokus Asesmen: Data Jadi Kunci

Tim gabungan tak sekadar datang melihat. Pendataan jadi prioritas utama agar bantuan tak salah sasaran. Tiga hal yang difokuskan:

1. Identifikasi Korban: Mendata jumlah pedagang dengan lapak rusak berat maupun ringan.  

2. Estimasi Kerugian: Menghitung dampak material secara umum untuk menentukan skala prioritas bantuan.  

3. Kebutuhan Mendesak: Memetakan kebutuhan dasar korban supaya pemulihan pasca-bencana lebih cepat.

"Kami hadir di sini bukan sekadar meninjau, tapi memastikan bahwa setiap rupiah dana zakat yang disalurkan nantinya benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan. Kolaborasi dengan Dinas Sosial sangat penting agar data yang kita gunakan sinkron dan tidak ada tumpang tindih bantuan," ujar Ketua BAZNAS Lombok Timur H. Muhammad Kamli saat asesmen.

Bukan Cuma Logistik, Pemda Siapkan Intervensi Lanjutan

Kepala Dinsos Lotim Baiq Siti Aminah menegaskan, hasil asesmen ini jadi dasar Pemda menentukan langkah selanjutnya. Selain bantuan logistik darurat, pendampingan psikologis dan skema bantuan permodalan ikut dibahas dalam diskusi teknis antar instansi.

Pasar Pringgabaya dan Suela memang vital. Kebakaran di sana jadi pukulan telak karena pasar itu salah satu pusat urat nadi perekonomian masyarakat Lombok Timur bagian utara.

Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana, BAZNAS Lotim berkomitmen hadir di setiap situasi darurat kemanusiaan. Sebagai lembaga resmi pengelola ZIS, BAZNAS memastikan penyaluran dana umat berjalan transparan dan akuntabel. (RS)