Daftar Isi [Tampil]

Kepala Dinkes Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrozi.
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pringgasela masuk tahap uji lab. Dinas Kesehatan (Dinkes) Lotim telah mengirim sampel makanan ke Balai Besar POM untuk mencari tahu penyebab pasti puluhan siswa sakit usai menyantap menu MBG, Jumat (24/4/2026) kemarin.

Kepala Dinkes Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrozi, menegaskan uji laboratorium jadi kunci. Hasilnya akan menentukan apakah mual dan pusing yang dialami siswa murni dari menu MBG atau ada faktor lain.

“Sampel sudah kami kirimkan ke BBPOM. Hasilnya nanti akan kami serahkan ke Satgas,” kata Aries, Sabtu (25/4/2026).

Ia menyebut proses di BBPOM butuh waktu. “Kami menunggu saja dari BBPOM, kemungkinan satu minggu sampai maksimal dua minggu,” tambahnya.

Fokus Pulihkan Korban, Puskesmas Pengadangan Siaga Penuh

Sambil menunggu hasil lab, Dinkes fokus ke penanganan korban. Seluruh siswa yang mengeluh mual dan pusing sudah ditangani intensif di Puskesmas Pengadangan.

Aries memastikan tenaga medis siaga penuh memantau kondisi siswa untuk mencegah komplikasi.

“Kalau kami dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas fokus pada penanganan siswa atau korban. Termasuk memastikan kesiapan sarana prasarana, alat kesehatan, dan SDM agar penanganannya bisa dilakukan dengan baik dan terkoordinir,” tandas Aries.

Kondisi Mulai Stabil, Satgas Pantau Penyedia Makanan

Hingga kini, situasi di Puskesmas Pengadangan terkendali. Sebagian besar siswa mulai stabil. 

Satgas terus memantau di lapangan. Hasil uji lab BBPOM nanti jadi dasar evaluasi terhadap penyedia jasa makanan program MBG tersebut. (RS)