Radarselaparang.com || Warga Dusun Gelumpang, Desa Lenek Ramban Biak, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur mendadak gempar pada Jumat sore (10/04/2026). Sesosok jasad bayi yang sudah mengering ditemukan secara tidak sengaja di dalam tumpukan tanah uruk yang baru saja dibeli oleh warga setempat.
Kejadian ini dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi. Ia menjelaskan bahwa penemuan tersebut bermula saat aktivitas pemindahan tanah uruk untuk meratakan lahan milik warga bernama Awan alias Amaq Naya.
Sekitar pukul 17.30 WITA, saksi bernama Ipan Saputra (23) sedang membantu meratakan tanah uruk yang baru saja dikirim oleh sopir dump truck, Zaen (34). Saat sedang bekerja, pandangan Ipan tertuju pada sebuah benda berwarna putih yang mencolok di antara gundukan tanah.
"Saat kami dekati, ternyata benda tersebut adalah bungkusan kain kafan berisi jenazah anak kecil. Kondisinya sudah mengering dan tidak mengeluarkan bau," ujar IPTU Lalu Rusmaladi
Sontak, temuan tersebut dilaporkan kepada Kepala Wilayah (Kawil) setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian. Unit IK Polsek Aikmel bersama Polsubsektor Lenek segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Berdasarkan hasil penelusuran, tanah uruk tersebut berasal dari lokasi galian milik Ratnasih alias H. Iwin di Dusun Gelumpang. Namun, pemilik lahan menegaskan bahwa di lokasi galiannya tidak ada area Pemakaman Umum (TPU) dan letaknya pun jauh dari pemakaman.
Tanah tersebut diketahui baru dibeli sekitar satu minggu yang lalu dari seorang warga di Lendang Nangka, Kecamatan Pringgasela. Hal ini memperkuat dugaan bahwa jasad bayi tersebut terbawa secara tidak sengaja saat proses pengerukan tanah di lokasi asal.
Pihak kepolisian melakukan analisis awal terhadap jasad bayi misterius tersebut. Diduga kuat, bayi tersebut lahir dalam kondisi normal dan telah dimakamkan selama kurang lebih dua bulan."Ada indikasi bayi tersebut sengaja dibuang atau dimakamkan secara tidak layak karena kehadirannya tidak diinginkan atau hasil hubungan gelap," ujar IPTU Lalu Rusmaladi. Polisi juga memprediksi bahwa orang tua bayi tersebut bukan berasal dari wilayah Dusun Gelumpang.
Meski identitas bayi tersebut masih gelap (X), masyarakat Dusun Gelumpang menunjukkan sikap empati yang tinggi. Melalui tokoh masyarakat, Amaq Suparlan (60), warga sepakat untuk tidak mempermasalahkan penemuan tersebut dan justru akan mengurus jenazah secara layak.
"Kami selaku tokoh masyarakat siap memperlakukan jenazah tersebut secara agama. Masyarakat menerima untuk dimakamkan di TPU kami," ungkap Amaq Suparlan.
Jasad bayi malang tersebut direncanakan akan dimakamkan di TPU Lingsar (Kubur Daya), Dusun Gelumpang. Sementara itu, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman dan wawancara saksi-saksi untuk mengungkap siapa orang tua di balik pembuangan bayi tersebut. (rs)



