Daftar Isi [Tampil]

Dapur SPPG Sari Rasa Catering di Lenek Daya, Kampung Mujahidin RT 01 Jalan Dane Rahil, diduga menyajikan sayur berulat kepada ibu menyusui.
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali tercoreng. Dapur SPPG Sari Rasa Catering di Lenek Daya, Kampung Mujahidin RT 01 Jalan Dane Rahil, diduga menyajikan sayur berulat kepada ibu menyusui, Sabtu (25/4/2026). Menu yang seharusnya bergizi justru menjijikkan dan berisiko bagi kesehatan.

Sejumlah ibu menyusui penerima manfaat langsung mual melihat isi kotak makanan. Kekecewaan mereka berubah jadi amarah.

“Ini bukan makanan bergizi, ini penghinaan. Masa ibu menyusui dikasih sayur berulat? Anggarannya ke mana?” semprot salah satu ibu.

“Kalau begini kualitasnya, lebih baik tidak usah ada program. Kami butuh makanan sehat, bukan sampah!” timpal ibu lainnya.

Tak berhenti di menu berulat, dapur SPPG itu juga disorot karena dugaan pembuangan limbah ke saluran irigasi. Warga menduga instalasi pengolahan limbah (IPAL) tidak ada atau tidak layak. Padahal IPAL adalah standar wajib dapur MBG.

Dua pelanggaran sekaligus: mutu makanan dan pengelolaan limbah. Publik pun mempertanyakan fungsi pengawasan.

Sekretaris Forum Komunikasi dan Kajian Masyarakat NTB (FKKM) Budi Sutono, SH, menyebut kasus ini bukan kelalaian biasa. 

“Memberi makanan berulat ke ibu menyusui itu bukan salah kecil, ini keterlaluan! Ini bukti pengelola dan pengawas gagal total. Kami minta BGN tutup permanen dapur ini!” tegas Budi.

Ia mendesak pengawas turun tangan dan tidak menutup mata. Menurutnya, praktik seperti ini merendahkan martabat masyarakat penerima.

Kasus di Lenek jadi tamparan keras bagi MBG. Ketika “bergizi” berubah jadi ancaman, publik wajar curiga: ini murni teledor, atau ada permainan anggaran di balik dapur kotor?.