Daftar Isi [Tampil]

Kejari Lotim menanamkan kesadaran hukum sejak dini bagi para generasi muda agar tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga melek hukum di SMPN 2 Sakra Barat.
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Suasana di SMPN 2 Sakra Barat mendadak berbeda dari biasanya. Bukan soal ujian atau razia, melainkan kedatangan tamu spesial dari Tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) dalam balutan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran hukum sejak dini bagi para generasi muda agar tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga melek hukum.

Dua narasumber ahli, Raden Rio Riansyah, S.H. dan Dati Amaliyah, S.H., hadir memberikan materi yang dikemas secara interaktif dan menarik.

Mereka mengupas tuntas beberapa poin penting, di antaranya Tugas & Fungsi Kejaksaan: Ternyata jaksa bukan cuma soal sidang di pengadilan, lho! Siswa diajak memahami peran jaksa sebagai garda terdepan dalam penegakan hukum di Indonesia dan Sistem Peradilan: Memberikan gambaran bagaimana alur hukum berjalan di tanah air agar para siswa memiliki pandangan yang benar tentang keadilan.

Salah satu topik yang paling menyedot perhatian adalah kampanye "Stop Bullying di Sekolah!". Mengingat maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan, Tim Intelijen Kejari Lotim memberikan edukasi mengenai dampak buruk bullying, baik dari sisi psikologis korban maupun konsekuensi hukum bagi pelakunya.

"Edukasi hukum sejak dini adalah investasi masa depan. Kita ingin siswa-siswi tumbuh menjadi pribadi yang taat aturan dan saling menghargai," pungkas perwakilan tim Kejari Raden Rio Riansyah, S.H.

Para siswa SMPN 2 Sakra Barat terlihat sangat antusias. Sesi tanya jawab pun berlangsung seru, membuktikan bahwa isu hukum sebenarnya sangat menarik jika dibahas dengan gaya yang kekinian dan mudah dimengerti. (rs)