![]() |
| Darajata, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur. |
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Darajata, mengungkapkan bahwa wilayah selatan Lombok Timur kembali menjadi prioritas utama untuk program embung. Mengingat karakteristik geografisnya, embung dinilai sebagai solusi paling efektif untuk menampung air hujan bagi kebutuhan pertanian masyarakat setempat.
Sebanyak 70 paket pekerjaan embung telah disiapkan, di mana mayoritas menyasar wilayah selatan. Darajata menjelaskan bahwa meskipun jumlah paket tahun ini tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya akibat keterbatasan anggaran, pihaknya tetap optimis target ketahanan pangan dapat tercapai.
"Untuk embung, fokusnya memang di wilayah selatan karena daerah lain kurang cocok. Tahun ini ada sekitar 70 paket, baik itu pembangunan baru maupun rehabilitasi embung yang sudah mengalami pendangkalan, Nilai per paketnya bervaresi kisar antara Rp150 juta hingga Rp200 juta," ujar Darajata, saat ditemui diruang kerjanya pada Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan, embung-embung di wilayah seperti Jerowaru sangat rentan mengalami pendangkalan setiap 5 hingga 6 tahun karena tumpukan lumpur yang terbawa air hujan melalui saluran inlet. Oleh karena itu, pengerukan kembali menjadi langkah krusial agar kapasitas tampung air tetap maksimal.
Selain embung, Dinas Pertanian juga mengawal sejumlah proyek infrastruktur dan bantuan sarana produksi lainnya, antara lain Irigasi di 11 titik jaringan yang tersebar di beberapa wilayah, Jalan Usaha Tani dengan embangunan akses jalan untuk memudahkan mobilisasi hasil panen, Mekanisasi berupa bantuan alat mesin pertanian seperti hand tractor, dan Sarana Produksi berupa penyaluran pupuk, mulsa, serta bibit hortikultura seperti alpukat, durian, dan kelengkeng untuk diversifikasi pertanian.
Terkait progres fisik, beberapa titik bahkan sudah ada yang mencapai tahap Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pekerjaan. Namun, untuk beberapa lokasi rehabilitasi, petugas masih memantau kondisi lapangan.
"Saat ini masih musim panen dan beberapa embung belum kering total, jadi kita tunggu momentum yang pas untuk pengerukan. Targetnya, semua pekerjaan fisik harus tuntas sebelum musim hujan tiba agar saat hujan turun, embung sudah siap menampung air secara maksimal," tegasnya.
Program Pokir ini diharapkan menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat yang difasilitasi oleh anggota legislatif, terutama dalam mengatasi kendala air yang selama ini menjadi momok bagi petani di Lombok Timur bagian selatan saat memasuki musim tanam tembakau maupun palawija.


