Lombok Timur - Radarselaparang.com || Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Lombok Timur bergerak cepat melakukan langkah strategis guna memastikan ketersediaan stok daging sapi aman menjelang Hari Raya Iduladha. Meski populasi ternak di Nusa Tenggara Barat (NTB) secara nasional cukup membanggakan, pemerintah daerah tetap waspada terhadap potensi lonjakan permintaan.
Doc. photo Daging sapi
Kepala Dinas Peternakan Lombok Timur, Masyhur, menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan validasi data riil di lapangan hingga melakukan kerjasama dengan Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu dan Bima. Hal ini mencakup pengecekan kondisi fisik ternak di kelompok-kelompok peternak hingga pengawasan ketat terhadap standar kesehatan hewan guna mengantisipasi penyakit.
Kadisnak menjelaskan bahwa proses pendataan saat ini sudah memasuki tahap final. Namun, kebijakan pengadaan dan distribusi tidak bisa diputuskan secara sepihak oleh daerah.
"Data kita sudah hampir final, sudah masuk tahap prospecting. Kami tidak boleh menerbitkan aturan sendiri karena ada regulasi dari Kementerian Pertanian yang harus dipatuhi. Surat permohonan akan segera kami layangkan ke pusat setelah data ini rampung," ujar Masyhur, pada Rabu (15/4/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang keluar selaras dengan instruksi pusat, terutama terkait lalu lintas ternak antarwilayah seperti rencana pengiriman dari Dompu, Sumbawa Barat, maupun wilayah lainnya.
Menariknya, dalam rapat koordinasi di tingkat provinsi, terungkap fakta bahwa peta populasi ternak nasional mengalami pergeseran. NTB kini menempati posisi yang sangat diperhitungkan, Peringkat 1 Jawa Timur, Peringkat 2 Nusa Tenggara Barat (NTB Berhasil melampaui Jawa Tengah, Peringkat 3 Sulawesi Selatan, Peringkat 4 Jawa Tengah.
Meskipun secara populasi berada di urutan kedua, NTB unggul dalam hal produksi daging. Hal ini dikarenakan jumlah penduduk yang relatif sedikit dibandingkan daerah di Pulau Jawa, sehingga surplus ternak dapat dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan daerah lain.
Kadisnak menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga agar tidak terjadi kelangkaan di Lombok Timur, mengingat wilayah ini juga menyangga kebutuhan daging di Kota Mataram hingga 60%.
"Kekhawatiran kita adalah stok untuk kurban besok juga untuk konsumsi masyarakat. Itulah yang sedang kita siasati. Sesuai dengan Instruksi Bapak Bupati, program ini dicanangkan agar Lombok Timur tidak mengalami kekurangan stok daging dari sekarang hingga lebaran Iduladha nanti," tambahnya.
Dengan koordinasi yang kuat antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat, masyarakat Lombok Timur diharapkan tetap tenang karena ketersediaan hewan kurban dan daging konsumsi diprediksi akan tetap stabil dan aman dari penyakit. (rs)

