Daftar Isi [Tampil]

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, Iptu Ari Kusnandar.
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Gerah dengan isu kelangkaan dan permainan harga gas di tengah masyarakat, Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, Iptu Ari Kusnandar, mengambil langkah taktis. Tidak sekadar memantau, sebuah Tim Khusus (Timsus) resmi dibentuk untuk memburu para spekulan dan oknum yang nekat menimbun LPG.

Langkah berani ini diambil sebagai respons cepat terhadap keresahan warga sekaligus memperkuat taring Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) yang selama ini sudah bergerak.

Ditemui awak media pada Senin (6/4/2026), Iptu Ari Kusnandar menegaskan bahwa radar kepolisian sudah diarahkan ke sejumlah titik yang diduga menjadi sarang penimbunan.

"Tim ini kami bentuk untuk memperkuat pemantauan langsung di lapangan agar pengawasan lebih intensif dan terarah. Ini adalah tindak lanjut atensi langsung dari Polda NTB," tegas Iptu Ari dengan nada lugas.

Meski saat ini bukti fisik penimbunan dalam skala besar belum dikantongi, ia memastikan mesin investigasi tidak akan berhenti. "Penyelidikan terus berjalan. Kami tidak akan menunggu sampai kelangkaan terjadi baru bergerak," tambahnya.

Bukan hanya soal penimbunan, Polres Lotim juga membidik para pengecer nakal yang menjual LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Dalam waktu dekat, kepolisian akan menggandeng Dinas Perdagangan untuk melakukan sidak mendadak ke pangkalan dan agen.

Ada dua poin krusial yang menjadi perhatian serius Reskrim yakni  Distribusi Tepat Sasaran: Memastikan gas melon 3 kg benar-benar sampai ke tangan rakyat kecil, bukan disedot oknum tak bertanggung jawab dan Dukungan Program Nasional: Menjamin stok LPG aman untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi prioritas pemerintah.

Di tengah kesibukannya membenahi sektor migas, Ari juga mengklarifikasi isu miring yang menyebut dirinya sulit dijangkau oleh insan pers. Dengan terbuka, ia membantah anggapan tersebut dan justru mengajak jurnalis berkolaborasi.

"Itu tidak benar. Saya justru berharap komunikasi dengan rekan-rekan media bisa terus terjalin dengan baik," ujarnya menepis isu tersebut.

Ia bahkan menantang para wartawan untuk tidak segan melapor jika menemukan indikasi permainan mafia gas di lapangan. Baginya, informasi dari media adalah asupan krusial bagi kepolisian untuk menjaga stabilitas ekonomi di Lombok Timur.

"Jangan coba-coba bermain dengan hak rakyat. Siapa pun yang terbukti menimbun atau mempermainkan harga, tindakan tegas sudah menanti!" pungkasnya. (RS)