![]() |
| Massa nyaris hakimi terduga pelaku curanmor. |
Kasi Humas Polres Lotim, Iptu Lalu Rusmaladi, menjelaskan petugas bergerak cepat ke lokasi untuk mengendalikan situasi sekaligus mencegah aksi main hakim sendiri. “Petugas berupaya maksimal mengevakuasi terduga pelaku dari kerumunan massa demi menjaga keselamatan yang bersangkutan serta mencegah situasi semakin meluas,” ujarnya pada Rabu (22/4/2026).
Peristiwa bermula saat sepeda motor korban yang terparkir di depan rumah diduga digasak pelaku. Pemilik yang memergoki langsung berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan itu spontan mengejar hingga M berhasil ditangkap massa.
Situasi cepat memanas. M sempat jadi bulan-bulanan warga. Motor yang diduga dipakai pelaku bahkan dirusak dan dibakar massa yang emosi.
Kedatangan polisi tak langsung meredam amarah. Upaya evakuasi diwarnai lemparan batu ke arah petugas. Polisi bertahan dengan tameng sambil mengedepankan pendekatan persuasif.
“Akibat insiden tersebut, dua personel dari Brimob dan Polres Lombok Timur mengalami luka akibat lemparan batu saat menjalankan tugas pengamanan,” ungkap Rusmaladi.
Karena situasi makin tidak kondusif, petugas mengambil langkah tegas terukur: menembakkan gas air mata. Langkah itu efektif membubarkan massa. “Langkah ini terpaksa kita lakukan sebagai upaya terakhir untuk mengurai massa dan memastikan situasi di lokasi kembali kondusif,” jelas Iptu Rusmaladi.
Setelah massa bubar, M berhasil dievakuasi ke kantor polisi untuk proses hukum. Kondisi Desa Aikmel Timur kini dilaporkan aman dan aktivitas warga kembali normal.
Polres Lotim menegaskan komitmen menjaga kamtibmas dan mengimbau warga tidak main hakim sendiri. “Kami mengajak masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” tutup Kasi Humas. (RS)


