Daftar Isi [Tampil]

Kerusakan jalan yang paling mencolok berada di jalur utama pariwisata Desa Ketangga menuju Suela.
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com ||  Sikap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur yang dinilai kerap lepas tanggung jawab pasca-perbaikan pipa kembali memicu polemik. Ketua Forum Ketangga Bersatu (FKB), Riyadi, secara terbuka mengkritik kinerja perusahaan daerah tersebut, khususnya Unit Pelaksana Teknis (UPT) Suela, yang membiarkan bekas galian terbengkalai di sepanjang jalan kabupaten.

Kerusakan jalan yang paling mencolok berada di jalur utama pariwisata Desa Ketangga menuju Suela. Sebagai jalur yang padat kendaraan, bekas galian pipa PDAM Lombok Timur yang tidak dikembalikan ke kondisi semula kini menjadi ancaman serius bagi keselamatan publik.

"Kali ini di jalan kabupaten jalur pariwisata, kita kembali diperlihatkan jalan yang bolong bekas galian PDAM Lombok Timur melalui UPT Suela. Ini sangat membahayakan, apalagi itu adalah jalan utama yang menghubungkan antar wilayah," ungkap Riyadi, pada Kamis (16/4/2026).

Kritik ini bukan tanpa alasan. Riyadi menyebutkan bahwa insiden serupa sempat terjadi sebelumnya, di mana pihak PDAM dan Pemerintah Desa sempat saling lempar tanggung jawab terkait perbaikan jalan gang yang rusak akibat proyek saluran air. Kini, pola yang sama terulang di skala yang lebih besar, yakni jalan kabupaten.

Berikut poin-Poin Kritikan Forum Ketangga Bersatu:

Fungsi Kontrol: PDAM Lombok Timur seharusnya tidak hanya fokus pada distribusi air, tapi juga pemulihan infrastruktur yang terdampak.

Keamanan Publik: Banyaknya titik lubang dari Ketangga hingga Suela meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Profesionalisme:Menuntut UPT Suela untuk bekerja tuntas tanpa meninggalkan masalah baru bagi masyarakat.

Sebagai penjamin mutu air bagi masyarakat Lombok Timur, PDAM memang memegang peran krusial. Namun, Riyadi menekankan bahwa menjalankan tugas tersebut tidak boleh dilakukan secara semena-mena hingga merugikan pengguna jalan.

"Kita paham, itu (perbaikan) adalah hal yang baik untuk kelancaran air masyarakat. Akan tetapi, selain dari itu, ada hal-hal lain yang harus dijaga untuk keselamatan masyarakat. Jangan sampai demi air mengalir, keselamatan nyawa di jalan diabaikan," pungkasnya.

Hingga saat ini, warga menuntut tindakan nyata dari manajemen PDAM Lombok Timur untuk segera menambal lubang-lubang galian tersebut sebelum memakan korban jiwa. (rs)