Daftar Isi [Tampil]
![]() |
| Polemik pembangunan garasi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekitar Lapangan Tanjung Teros |
Perwakilan pelaksana, Sabaruddin, memastikan lokasi garasi dapur tidak berada di area inti lapangan. “Posisinya cukup jauh dari lapangan. Tidak ada aktivitas warga yang terganggu, baik olahraga maupun kegiatan lainnya. Jaraknya puluhan meter,” tegasnya pada Rabu (22/4/2026).
Bangunan yang difungsikan sebagai tempat parkir dapur MBG itu bersifat semi permanen. Proses pembangunan pun disebut telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan mendapat lampu hijau dari Kecamatan Labuhan Haji.
"Persetujuan dari Kelurahan Tanjung melalui Kepala Lingkungan sudah kami dapatkan, meskipun masih lisan,” imbuh Sabaruddin.
Saat ini pihaknya tengah melengkapi perizinan administratif agar sesuai ketentuan. “Izin lahan parkir on proses di Bidang Aset,” ujarnya.
Sabaruddin menekankan keberadaan dapur MBG bukan sekadar fasilitas pendukung, tetapi bagian dari dukungan pada program Pemda meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Niat kami jelas, mendukung program pemerintah dan berkontribusi pada PAD serta kelangsungan MBG,” katanya.
Kepala Lingkungan Karang Bedil, Saofi Aklima, membenarkan aktivitas parkir di lokasi itu bukan hal baru dan tidak pernah menimbulkan persoalan. “Dari dulu memang sudah ada aktivitas parkir di lokasi itu. Selama ini tidak ada gangguan terhadap aktivitas warga. Masyarakat tetap bisa olahraga dan menggunakan lapangan seperti biasa,” jelasnya.
Ia justru mengungkap dampak positif dapur MBG bagi ekonomi warga. "Masyarakat sangat bersyukur dengan keberadaan MBG ini, karena mereka yang tadinya menganggur, sekarang bisa mendapatkan penghasilan," bebernya.
Warga yang tergabung dalam tim Bola Desa Teros juga mengaku tak terganggu. “Tidak ada gangguan, kami tetap bisa olahraga seperti biasa,” kata salah satu warga.
Kasi Trantib Kecamatan Labuhan Haji, Akmal Musoffa, menilai kondisi sekitar kini lebih tertata. “Selama ini tidak ada aktivitas yang terganggu. Justru lebih rapi. Yang perlu diperhatikan, beberapa lapak lain di sekitar yang masih kurang tertata juga seharusnya ikut dibenahi,” tegasnya. Ia menyatakan siap jika ada penertiban, asal dilakukan adil dan menyeluruh.
Dengan klarifikasi ini, diharapkan polemik mereda dan masyarakat tetap dapat memanfaatkan Lapangan Tanjung Teros secara optimal tanpa kekhawatiran. (*)


