JAKARTA - Radarselaparang.com || Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, bergerak cepat membangun sinergi dengan nakhoda baru Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia. Pada Kamis (2/4/2026), orang nomor satu di Lombok Timur tersebut melakukan kunjungan kerja ke kantor Baznas RI di Jakarta guna memastikan sejumlah program strategis nasional tetap berjalan mulus di wilayahnya.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, bergerak cepat membangun sinergi dengan nakhoda baru Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia.
Kehadiran Bupati disambut langsung oleh Ketua Baznas RI periode 2026-2031, Sodik Mudjahid, bersama Pimpinan Baznas, H. Syarifuddin. Pertemuan ini menjadi momentum penting pasca-terbitnya SK Presiden Prabowo Subianto mengenai penetapan pengurus baru lembaga zakat tingkat nasional tersebut.
Fokus utama dalam silaturahmi ini adalah keberlanjutan Rumah Sehat Baznas (RSB) di Lombok Timur. Proyek ini bukan sekadar fasilitas kesehatan biasa, melainkan diproyeksikan menjadi pilot project nasional untuk layanan kesehatan berbasis zakat.
Menariknya, RSB ini akan memanfaatkan bangunan Rumah Sakit Lombok Timur yang sejak awal pembangunannya didanai oleh dana zakat masyarakat setempat.
"Kami ingin memastikan komitmen pusat terhadap keberlanjutan Rumah Sehat ini tetap terjaga. Ini adalah bentuk nyata bagaimana dana zakat dikelola kembali untuk melayani masyarakat kurang mampu secara profesional," ujar Bupati Haerul Warisin.
Selain sektor kesehatan, Bupati juga membawa kabar baik dari sektor ketahanan pangan. Ia secara khusus mengundang Ketua dan pimpinan Baznas RI untuk hadir dalam panen raya perdana Program Lumbung Pangan Jagung.
Program ini merupakan inisiasi Baznas Lombok Timur yang dikelola oleh Kelompok Tani Barokah Zakat di Desa Gunung Malang dan Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya. Keberhasilan kelompok tani binaan ini menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu menggerakkan roda ekonomi produktif di pedesaan.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus menunjukkan konsistensi dalam memperkuat peran Baznas. Melalui koordinasi erat ini, Pemda berharap dana zakat yang dihimpun tidak hanya bersifat karitatif (bantuan langsung), tetapi juga transformatif melalui program-program seperti Layanan Kesehatan Gratis melalui Rumah Sehat Baznas, Kemandirian Ekonomi melalui sektor pertanian (Lumbung Pangan), dan Pemberdayaan Masyarakat berbasis potensi lokal.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal yang kuat bagi kepengurusan Baznas RI yang baru untuk terus menjadikan Lombok Timur sebagai mitra strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. (rs)

