Daftar Isi [Tampil]

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menghadiri sosialisasi sekaligus mencanangkan tiga desa di Kecamatan Terara sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) bertempat di aula Kantor Camat Terara
Lombok Timur - Radarselaparang.com || Momentum besar bagi tata kelola data di Lombok Timur resmi dimulai. Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menghadiri sosialisasi sekaligus mencanangkan tiga desa di Kecamatan Terara sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) bertempat di aula Kantor Camat Terara. Selasa (14/4/2026).

Tiga desa yang terpilih sebagai pelopor dalam program berkelanjutan Badan Pusat Statistik (BPS) ini adalah Desa Rarang, Desa Rarang Selatan, dan Desa Kalianyar.

Dalam sambutannya, Wabup Edwin menegaskan bahwa data yang valid dan riil adalah fondasi utama pembangunan. Ia mengingatkan bahwa kebijakan tanpa dukungan data yang kuat dari bawah akan kehilangan legalitas dan ketajaman.

"Membangun data itu pasti mulai dari desa, tidak bisa hanya dilakukan dari lantai enam atau kantor bupati. Desa Kumbang telah membuktikan keberhasilan itu, dan di sinilah pentingnya program Desa Cantik untuk memastikan data kita benar-benar akurat dari sumbernya," tegas Wabup.

Beliau juga memperingatkan dampak fatal jika pemerintah menggunakan data yang salah dalam perencanaan. Menurutnya, mengoreksi kebijakan yang salah di kemudian hari akan memakan biaya yang sangat besar dibandingkan berinvestasi pada keakuratan data sejak dini.

Menariknya, Wabup juga merefleksikan pentingnya statistik dalam membaca arah perubahan zaman. Mulai dari pengalaman Pilkada NTB 2005 hingga dinamika nasional 2024, penguasaan data terbukti menjadi instrumen krusial dalam menentukan langkah strategis dan memantau dinamika sosial yang berkembang di masyarakat.

Kepala BPS Lombok Timur, Sri Endah Wardanti, menjelaskan bahwa Desa Rarang, Rarang Selatan, dan Kalianyar dipilih melalui evaluasi mendalam. Program ini dirancang dengan empat pilar utama, yakni Literasi: Meningkatkan pemahaman perangkat desa dan warga terhadap data, Kesadaran: Membangun kesadaran kolektif akan pentingnya statistik, Optimalisasi: Memanfaatkan data dalam perencanaan pembangunan desa, dan Agen Statistik:Membentuk penggerak utama (agen) di tingkat desa.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPS Provinsi NTB, H. Wahyudin, memastikan bahwa program ini bukan untuk menambah beban administrasi perangkat desa. Sebaliknya, Desa Cantik bertujuan menyelaraskan data agar setiap rupiah dari APBDes tersalurkan tepat sasaran.

"Kita tidak bisa bicara kesejahteraan tanpa data yang menjadi kompas pembangunan," ujarnya.

Mengingat adanya masa jabatan kepala desa yang akan berakhir pada Mei mendatang, Wabup menitipkan pesan agar tongkat estafet pembangunan berbasis data ini terus dilanjutkan oleh siapapun penggantinya kelak.

Acara ditutup dengan prosesi sakral penandatanganan Piagam Desa Cantik dan pemukulan gong oleh Wakil Bupati yang didampingi jajaran pimpinan BPS dan OPD terkait. Dengan peresmian ini, Kecamatan Terara diharapkan menjadi kiblat baru pengelolaan data desa yang akurat demi kesejahteraan masyarakat Lombok Timur. (rs)