![]() |
| Nomor yang dipakai pakai pelaku teror Pinjol Ilegal untuk menelpon korban |
Salah satu aplikasi yang kini tengah menjadi sorotan warga adalah INDOSAKU. Uniknya, sejumlah warga mengaku menjadi korban teror meski merasa tidak pernah memberikan persetujuan atau mengajukan pinjaman apa pun di platform tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku menggunakan modus mengirimkan sejumlah dana secara tiba-tiba ke rekening warga tanpa adanya akad atau permohonan. Setelah dana masuk, korban langsung dihujani teror melalui berbagai nomor kontak yang berbeda.
Para penagih (debt collector) memaksa korban untuk mengembalikan dana tersebut lengkap dengan beban bunga yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Dana tiba-tiba masuk ke rekening, padahal dirinya tidak pernah pinjam.
"Setelah itu, saya langsung diteror dan diancam foto akan disebarkan ke keluarga dan teman-teman jika dana tersebut tidak diterima atau dikembalikan dengan bunganya," ujar salah satu warga yang menjadi korban, Selasa (14/04/2026).
![]() |
| Chat pelaku dengan meneror korban |
Langkah ini disinyalir untuk memberikan tekanan psikologis agar korban merasa malu dan terpaksa menuruti kemauan pelaku. Banyaknya nomor kontak yang digunakan pelaku membuat korban sulit untuk melakukan pemblokiran secara efektif.
Maraknya kasus ini memicu reaksi keras dari masyarakat. Warga mendesak agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak tinggal diam dan segera memperkuat kolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memberantas sindikat pinjol ilegal ini hingga ke akarnya.
Masyarakat menilai, perlindungan terhadap data pribadi dan keamanan siber harus menjadi prioritas, mengingat skema "transfer paksa" ini merupakan bentuk pemerasan yang terorganisir.
Warga Lombok Timur pun diimbau untuk Ekstra waspada dalam menjaga kerahasiaan data pribadi (KTP dan nomor rekening), Jangan mengklik tautan (link) mencurigakan dari nomor yang tidak dikenal, dan Segera lapor ke pihak Kepolisian atau melalui kanal pengaduan resmi OJK jika mendapati transaksi mencurigakan atau ancaman serupa.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap ada langkah konkret dari pihak berwenang guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak di wilayah Bumi Patuh Karya. (rs)



