![]() |
| Jalan sehat di Hultah Ponpes Saadatuddarain NW Majuwet ke 68 Tahun |
Baru pukul 07.00 WITA, area ponpes di Desa Bintang Rinjani sudah disesaki lautan manusia. Pengurus yayasan, dewan guru, santri berbaris rapi dengan seragam, wali santri, sampai emak-emak kampung ikut tumplek blek. Panitia lantang memberi arahan lewat toa, lalu “Bismillahirrohmanirrohim” peserta dilepas menyusuri jalan desa diiringi shalawat.
Tanggalnya bukan kebetulan. Lembaga pendidikan dibawah Ponpes Sa’adatuddarain NW Majuwet lahir tepat di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 1958. Saat itu, MI NW Majuwet jadi satu-satunya madrasah yang berdiri gagah di Suralaga.
Api pendidikan tak pernah padam. Tanggal 11 Mei 2007, SMP Islam NW Majuwet resmi dibuka. Sembilan tahun berselang, 11 Mei 2016, giliran PAUD menyusul dan juga LKSA serta asrama santri.“Kenapa selalu Mei? Karena ruh ponpes ini memang pendidikan. Tanggal 11 Mei di pilih oleh pendiri yakni Almarhum Ustaz H.M. Masykur untuk meneguhkan semangat Hari Pendidikan,” ujar TGH Azwar Anas, Pembina Ponpes, sebelum mengangkat bendera start.
“68 tahun itu bukti masyarakat masih percaya sama kita. Jalan sehat ini cara kita syukuran. Badan sehat, silaturahmi kuat,” sambung TGH Azwar, disambut takbir peserta.Rute jalan sehat keliling desa cuma pemanasan. Klimaksnya justru di pengundian doorprize. Kupon di tangan, mata peserta tak lepas dari panggung. Panitia menyebut nomor, peserta teriak histeris. Hadiahnya? Dari vocer internet biar santri melek digital, sembako, alat dapur, sampai kipas angin yang jadi rebutan.
“Ibu, niat cuma olahraga, pulang-pulang bawa kipas. Rezeki anak soleh,” celutuk seorang ibu, bikin seisi lapangan ngakak.
Sebelumnya, Hultah ke-68 dibuka dengan Hiziban Akbar dan Tilawatil Quran. Qori’-qori’ terbaik se-Suralaga diundang, menggema melantunkan ayat suci dari panggung utama ponpes.
Di usia 68 tahun, Ponpes Sa’adatuddarain NW Majuwet tak mau tua. Komitmennya jelas terus melahirkan generasi Qurani yang cerdas otaknya, lembut akhlaknya, dan luas manfaatnya.
"Hultah kali ini jadi bahan bakar baru untuk terus mengabdi bagi Lombok Timur," ujar singkat Ustaz Syiaruddin, selaku Ketua Pengurus Ponpes, pada Sabtu malam (1/5/2026) usai Hiziban Akbar. (RS)




