Lombok Timur - Radarselaparang.com || Nahas menimpa peternak di Dusun Gerung Timur, Desa Gerung Permai, Suralaga, Lombok Timur. Kandang ayam pedaging yang sedang memanaskan 9.500 ekor DOC berumur 7 hari ludes dilalap api, Minggu 3 Mei 2026 pukul 03.00 Wita. Kerugian ditaksir Rp600 juta. 
Kandang ayam pedaging di Dusun Gerung Timur, Desa Gerung Permai, Suralaga yang sedang memanaskan 9.500 ekor DOC berumur 7 hari ludes dilalap api kerugian capai Rp600 juta.
Kebakaran diduga kuat dipicu sistem pemanasan tradisional. Kandang milik Ahmad Subinato itu disewa Makbul untuk pelihara DOC. Pemanasan pakai 5 tungku arang plus blower agar panas merata.
Saksi Agustina Tjatur Ningsih, 54, dan Yustin Yehezkiel Mahaputra K, 24, keduanya warga Temanggung yang kini tinggal di Dusun Kamboja, Gerung Permai, jadi saksi kunci.
Sabtu 2 Mei pukul 17.00 Wita, Yustin menyiapkan tungku. Arang dibakar di luar, lalu dimasukkan: 2 tungku di bawah, 3 di atas. Tengah malam, Agustina tambah arang. Pukul 01.00 Wita dicek aman. Pukul 02.00 Wita Yustin tidur di berugak samping kandang.
Sekitar pukul 03.00 Wita, Agustina terbangun karena suara benda jatuh. Begitu keluar kamar, api sudah berkobar di pojok kanan selatan kandang. Ia teriak minta tolong sambil cari Yustin.
Yustin terbangun, lari ke jalan. Warga sudah berdatangan bantu padamkan api pakai alat seadanya. Namun kandang berbahan kayu, bambu, terpal, dan sekam membuat api cepat membesar. 9.500 DOC tak terselamatkan. Tiga unit mobil damkar tiba pukul 04.00 Wita. Api baru padam total pukul 05.00 Wita.
Kasihumas Polres Lotim IPTU Lalu Rusmaladi menyebut indikasi kuat kebakaran berasal dari percikan bara arang yang terbawa hembusan blower. Percikan jatuh ke sekam dan material mudah terbakar, lalu membesar.
“Fase pemanasan DOC 7–14 hari pakai arang memang risiko tinggi, Polisi sudah pasang garis polisi, cek TKP, dan lakukan pulbaket," terang IPTU Lalu Rusmaladi
Tidak ada korban jiwa. Namun kerugian materiil mencapai Rp600 juta, meliputi kandang dan 9.500 ekor DOC yang baru berumur 7 hari.
Situasi di lokasi kini kondusif. Polisi mengimbau peternak DOC yang masih pakai pemanas arang agar memperketat pengawasan dan menambah sistem pengaman agar tragedi serupa tak terulang.

