![]() |
| Kabag Data Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Timur Zainul Irfan. |
1. Akomodasi dan Makan Minum Melaju 9,85%
Sektor ini jadi yang tertinggi. Lonjakannya ditopang maraknya pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), ditambah meningkatnya okupansi hotel karena arus wisatawan ke Lotim terus naik.
“Termasuk juga SPPG itu kan menyediakan makanan, jadi masuk usaha di sektor akomodasi dan makan minum,” jelas Irfan, usai diskusi Pojok Jurnalis Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) bertajuk “30 Tahun Otonomi Daerah Lombok Timur, Refleksi: Prestasi atau Sekedar Retorika” di Rumah BUMN, Jumat (8/05/2026).
2. Jasa Keuangan dan Asuransi Tumbuh 8,98%
Peningkatannya dipicu naiknya pendapatan Pegadaian dan bertambahnya peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Lotim tahun ini.
3. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Kendaraan
Penjualan BBM naik, jumlah kendaraan yang terjual bertambah dibanding tahun lalu. Di sisi lain, harga LPG 3 kg juga ikut terdongkrak karena masih dipakai masyarakat yang tidak berhak.
“Yang 3 kg itu kan untuk masyarakat miskin. Kalau yang tidak berhak ikut pakai, harga otomatis naik,” ujarnya.
4. Listrik dan Gas Tumbuh 6,35%
Peningkatan pemakaian listrik terjadi seiring bertambahnya pembangunan rumah dan usaha, baik rumah tangga, industri, maupun hotel. Harga es yang sedikit naik dan permintaan dari sektor lain juga jadi pemicu.
Irfan menegaskan, program Makan Bergizi Gratis ikut mengerek pertumbuhan sektor akomodasi dan makan minum. SPPG yang bertambah berarti jumlah layanan makanan juga meningkat.
Sementara untuk laju inflasi, Irfan menyebut cabai rawit masih jadi penyumbang utama saat harganya meroket. Tapi data terbaru menunjukkan harga cabe sudah turun dan kembali normal.
“Bahan pokok yang paling kelihatan menonjol itu cabe. Tapi sekarang sudah turun, inflasi kita juga ikut melandai,” katanya.
Zainul juga menjelaskan mekanisme perubahan data desil. Masyarakat yang merasa datanya tidak sesuai bisa mengecek sendiri lewat NIK.
Kalau datanya salah, bisa diajukan perubahan lewat operator SIKS-NG di desa/kelurahan. Operator akan membantu mengupdate data, termasuk meminta foto rumah dan dokumen pendukung. Setelah itu, pendamping PKH akan turun lapangan untuk verifikasi.
“Kalau sampah yang masuk, yang keluar juga sampah. Artinya jika data bagus masuk maka hasilnya juga bagus. Makanya kami harap masyarakat jujur saat pendataan, terutama saat Sensus Ekonomi 2026 nanti,” tegasnya.
ia juga menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi akan digelar 31 Mei-31 Agustus 2026 di seluruh Indonesia. BPS berharap data yang masuk berkualitas, supaya potret ekonomi Lotim yang sebenarnya bisa terlihat jelas per kecamatan dan sektor usaha.
"BPS hanya bertugas mendata dan mengolah. Soal data dipakai untuk bantuan atau tidak, itu kewenangan pengguna data yakni pemerintah seperti Kemensos, pemerintah daerah, dan lembaga pemerintah yang lain maupun pihak swasta," tutupnya. (rs)


