Daftar Isi [Tampil]

Bupati Lombok Timur Drs. Haerul Warisin, M.Si, saat menyematkannpenghargaan pada siswa berprestasi.
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Tangis haru dan rasa syukur menyatu dalam tasyakuran penamatan santri Yayasan Pondok Pesantren Darul Iman Wattaqwa NW Boro’ Tumbuh. Acara yang digelar meriah di Kecamatan Suralaga itu dihadiri Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, tokoh agama, wali santri, masyarakat, serta unsur pemerintah kecamatan dan desa. Rabu (20/5/2026)

Di tengah suasana khidmat, Bupati Haerul Warisin yang akrab disapa H. Iron menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran pondok pesantren. Menurutnya, peran pesantren sangat strategis dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak dan berdaya saing.

Ia menyebut para santri sebagai aset bangsa yang wajib didorong untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Namun lebih dari itu, ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di tengah derasnya arus perkembangan zaman.

“Santri hari ini harus mampu menjadi generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, serta mampu menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan identitas keislamannya,” tegas Bupati Iron.

Bupati Iron juga mengajak para wali santri untuk terus memberikan dukungan penuh kepada putra-putrinya dalam menuntut ilmu. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bertumpu pada lembaga, tetapi juga pada perhatian dan dorongan keluarga di rumah.

Harapannya, Pondok Pesantren Darul Iman Wattaqwa NW Boro’ Tumbuh bisa terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul. Lembaga ini diharapkan mampu melahirkan generasi penerus yang membawa manfaat nyata bagi agama, daerah, dan bangsa.

Sekretaris Yayasan Ponpes Darul Iman Wattaqwa NW Boro’ Tumbuh, Hariadi, S.Ag, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. Ia mengaku bangga melihat para santri menyelesaikan pendidikan dengan semangat dan kedisiplinan tinggi.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para ustaz, ustazah, wali santri, dan seluruh pihak yang selama ini mendukung perkembangan pesantren. 

“Kami berharap para alumni dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa serta tetap menjaga nama baik pondok pesantren di mana pun berada,” ujarnya.

Hariadi menegaskan, pendidikan di pesantren tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan. Pembentukan akhlak dan karakter santri menjadi pondasi agar mereka siap menghadapi tantangan kehidupan modern tanpa kehilangan jati diri. (rs/toni)