LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus berkomitmen untuk menghadirkan terobosan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, menegaskan pentingnya mengubah pola lama dan tampil dengan inovasi yang lebih maju, baik di sektor pelayanan publik, ketahanan pangan, hingga optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si.
Bupati yang akrab disapa H. Iron ini menyoroti pentingnya keberpihakan mendalam kepada masyarakat kecil, khususnya para petani miskin yang terjerat utang di perusahaan daerah.
"Kalau hal-hal yang lama ini menyebabkan pembukaannya kurang bagus, ya dilihat saja. Siapa tahu petaninya tidak mampu bayar karena miskin, dihapus saja (utangnya). Kita harus melihat dari sisi finansial dan Agro Selaparang, karena potensi bisnis di Lombok Timur ini sangat tinggi," ujar Bupati H. Iron, usai mengikuti LPJ PD Agro Selaparang Tahun Buku 2025. Rabu (20/5/2026).
Bupati H. Iron juga menjabarkan bahwa jumlah penduduk Lombok Timur yang besar merupakan pasar sekaligus tanggung jawab yang harus dipenuhi kebutuhan dasarnya, mulai dari makanan hingga minuman. Prinsipnya, selama perusahaan daerah bisa melayani masyarakat dengan harga lebih murah, lebih mudah, dan tetap menguntungkan, maka inovasi tersebut harus dieksekusi.
Salah satu peluang besar yang kini tengah dibidik adalah pemenuhan kebutuhan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) untuk menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan laporan dari Direktur Utama PD Agro Selaparang, kebutuhan air galon untuk program MBG saat ini sangat tinggi.
"Untuk melayani 21 titik dapur MBG saja, kebutuhan air galonnya sudah mencapai ribuan liter. Bagaimana kalau nanti sudah berkembang melayani hingga 50 atau 200-an titik MBG?" ungkap Bupati H. Iron.
Melihat potensi tersebut, Pemkab Lombok Timur membuka peluang untuk melakukan penyertaan modal guna menambah mesin produksi AMDK. Namun, langkah ini akan dikaji terlebih dahulu dengan melihat kemampuan kapasitas mesin saat ini serta ketersediaan sumber mata air yang ada.
Selain sektor air minum, perhatian Bupati Iron juga tertuju pada stabilitas harga pangan, terutama beras, di tengah situasi nilai tukar rupiah dan fluktuasi harga di tingkat nasional.
Bupati H. Iron menegaskan bahwa Pemkab Lombok Timur terus melakukan pemantauan ketat agar harga pangan di daerah tetap terkendali. Jika ditemukan adanya pergerakan harga yang berpotensi memicu inflasi tinggi, pemerintah daerah siap bergerak cepat melakukan langkah taktis.
"Karena harga beras ini dalam pengawasan pemerintah pusat, kita akan berkoordinasi dengan Bulog untuk melakukan langkah antisipasi jika terjadi kenaikan harga yang signifikan," jelasnya.
Sementara itu, terkait dengan aspirasi dan harapan para nelayan di Lombok Timur, Bupati Iron menyampaikan bahwa permasalahan tersebut kini sedang diproses oleh pemerintah pusat.
Menindaklanjuti surat yang telah dilayangkan oleh Pemkab Lombok Timur, Bupati H. Iron berencana akan segera berkomunikasi dengan pihak terkait guna memastikan kepastian jawaban bagi para nelayan.
"Harapan para nelayan tinggal menunggu jawaban (dari pusat). Saya akan coba tanyakan langsung kepada pihak terkait bagaimana tindak lanjut dari surat yang sudah kami kirimkan, agar segera ada kejelasan," pungkasnya. (rs/toni)

