![]() |
| TGH. Said Ramli, Lc., Ustadz Irham Wahyudi, Lc., dan Ustadz Jundi Sabiil Firdaus sebagai pengajar membuat suasana belajar semakin hidup di lapas Kelas IIb Selong |
Program yang dimulai pukul 08.30 WITA ini merupakan hasil kerja sama Lapas Kelas IIB Selong dengan Majelis Tabligh Muhammadiyah melalui Korps Mubaligh Muhammadiyah Lombok Timur. Tujuannya sederhana tapi bermakna, memastikan tidak ada lagi warga binaan yang buta huruf hijaiyah selama menjalani masa pidana.
Kehadiran TGH. Said Ramli, Lc., Ustadz Irham Wahyudi, Lc., dan Ustadz Jundi Sabiil Firdaus sebagai pengajar membuat suasana belajar semakin hidup. Materi pengenalan huruf hijaiyah disampaikan bertahap dengan metode yang mudah dipahami dan interaktif. Hasilnya, warga binaan tampak antusias mengikuti setiap sesi. Suara pelafalan huruf hijaiyah terdengar bergema di ruang pembinaan, diselingi arahan dan koreksi lembut dari para ustadz. Nuansa hangat dan kekeluargaan menyelimuti seluruh kegiatan.
Kepala Lapas Kelas IIB Selong menyebut program ini sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pembinaan yang lebih humanis dan menyentuh sisi spiritual warga binaan. “Kami ingin pembinaan di Lapas tidak hanya soal keterampilan, tetapi juga membentuk karakter dan memperkuat pondasi keagamaan. Dengan ‘Zero Buta Hijaiyah’, kami berharap warga binaan pulang nanti membawa bekal spiritual yang lebih kuat,” ujarnya.
Bagi warga binaan, program ini menjadi ruang hijrah di tengah keterbatasan. Dari balik jeruji, mereka belajar kembali mengenal huruf-huruf Al-Qur’an dengan semangat baru. Sebuah langkah kecil yang diharapkan mampu menumbuhkan perubahan besar dalam kepribadian dan kehidupan mereka ke depan. (rs/Toni)


