LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Tudingan soal gelapkan dana desa dan lalai membuat laporan pertanggungjawaban akhirnya dijawab langsung Kepala Desa Pijot Utara, Kecamatan Keruak, Sudirman. Di tengah suasana menjelang Pilkades, ia memilih buka suara agar masyarakat tidak terjebak informasi sepihak.
Gambar karikatur klarifikasi Kades Desa Pijot Utara. by google
Sudirman menegaskan, tuduhan dirinya tidak pernah menyusun Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa atau LPPD tidak berdasar. Menurutnya, laporan itu wajib dibuat setiap akhir tahun dan disampaikan tertulis kepada BPD serta Bupati melalui camat.
“Kalau tidak ada LPPD, tidak mungkin ada anggaran tahun berikutnya. Jadi yang bilang tidak pernah dilakukan, itu keliru,” ujarnya pada Selasa (19/5/2026).
Ia juga meluruskan isu Musdes dan RKPD yang disebut tidak pernah digelar. Penetapan tanggal, jumlah peserta, hingga siapa yang diundang, kata Sudirman, semuanya ditentukan kecamatan sesuai aturan daerah.
“Tidak mungkin tidak dilakukan. Itu peraturan, wajib dijalankan,” tegasnya.
Soal Tim Pelaksana Kegiatan, Sudirman menjelaskan desa memang punya opsi memakai atau tidak memakai TPK. Sejak 2023 ia melanjutkan sistem lama yang sudah berjalan. Namun setelah ada pemeriksaan Inspektorat pada 2025, ia berencana mengevaluasi. Jika ditemukan kesalahan pada kinerja TPK, tahun depan desa akan memakai staf desa sebagai pelaksana agar pertanggungjawaban lebih jelas.
Ia turut menjelaskan mandeknya rencana pembangunan jalan gang yang jadi sorotan warga. Rencana itu hanya sampai tahap perencanaan 2024 dan terhenti karena ada penolakan dari pemilik tanah. Tanpa kesepakatan, tim perencanaan akhirnya mencoret kegiatan tersebut dari program desa.
Di akhir klarifikasi, Sudirman mengajak warga yang merasa janggal dengan kinerjanya untuk datang langsung ke kantor desa. Ia ingin masalah diselesaikan lewat dialog, bukan melalui kabar yang beredar tanpa kejelasan.
Sudirman berharap suasana tetap damai agar estafet kepemimpinan berjalan mulus. Program yang belum selesai, katanya, bisa dilanjutkan kepala desa berikutnya demi kemajuan Pijot Utara.
“Mari kita jaga kondusifitas menjelang Pilkades. Saya berakhir Agustus 2026 dan akan digantikan Pjs sampai ada kepala desa baru. Siapapun yang terpilih, mari kita dukung penuh agar pembangunan desa tidak terhenti,” ujarnya. (rs)

