LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Di balik riuhnya deru kendaraan di Kecamatan Pringgabaya, terselip sebuah kisah pilu dari Dusun Bageq Longgeq. Di sebuah gubuk dengan dinding bambu yang mulai berlubang dan atap yang tak lagi mampu menahan amukan hujan, seorang wanita tua bernama Inaq Mardan hanya bisa terbaring lemah.
Bripka Agus Salim, Bhabinkamtibmas Desa Bagik Papan saat memberikan bantuan pada Inaq Mardan.
Dua setengah tahun sudah, stroke merenggut geraknya. Namun, sore itu, Sabtu (2/5/2026), sebuah ketukan di pintu membawa secercah harapan baru.
Bripka Agus Salim, Bhabinkamtibmas Desa Bagik Papan, datang bukan untuk urusan birokrasi. Ia datang dengan empati. Melangkah masuk ke rumah yang jauh dari kata layak, mata Bripka Agus menyisir setiap sudut ruangan. Dinding bambu yang bolong-bolong menjadi saksi bisu betapa dinginnya malam yang harus dilalui Inaq Mardan.
"Kondisinya sangat memprihatinkan. Atap bocor dan tembok pagar bambu sudah rusak parah. Ini bukan sekadar tempat tinggal, ini adalah perjuangan bertahan hidup," ungkap Bripka Agus dengan nada prihatin.
Tanpa banyak bicara, bantuan sembako diletakkan. Namun, yang lebih berharga dari sekadar beras dan minyak adalah janji untuk memperjuangkan martabat hunian sang ibu.
Bripka Agus berkomitmen untuk mengajukan permohonan bantuan bedah rumah agar Inaq Mardan bisa beristirahat di tempat yang lebih manusiawi.
Di samping tempat tidur, sang Bripka membisikkan kata-kata penguat bagi keluarga agar tetap konsisten membawa Inaq Mardan berobat ke dokter.
Aksi Bripka Agus Salim ini bukan sekadar menjalankan tugas rutin Kapolres Lombok Timur untuk dilaporkan kepada Kapolda NTB. Lebih dari itu, ini adalah pesan kuat tentang keberadaan Polri di tengah nadi masyarakat.
"Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian. Kami ada untuk mengayomi, bukan hanya dalam keamanan, tapi juga dalam kemanusiaan," tambahnya.
Kehadiran sosok polisi yang peduli ini diharapkan menjadi pemantik bagi warga sekitar. Bukan hanya bantuan materi, tapi kepedulian untuk menengok tetangga yang sakit adalah fondasi utama kerukunan desa.
Sore itu, saat Bripka Agus berpamitan, ada binar kecil di mata keluarga Inaq Mardan. Sebuah bukti bahwa di tangan aparat yang tepat, seragam Polri adalah simbol perlindungan, pelukan, dan harapan bagi mereka yang nyaris terlupakan. (rs)

