Daftar Isi [Tampil]

Proses evakuasi pendaki asal Malaysia cedera di kawasan Pelawangan Sembalun
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Evakuasi medis udara di Gunung Rinjani kembali jadi sorotan. Selasa (26/5/2026) pagi, seorang pendaki WNA asal Malaysia yang cedera di kawasan Pelawangan Sembalun berhasil dievakuasi tim gabungan menggunakan helikopter SAR. Korban langsung diterbangkan ke Rumah Sakit Nusa Medica Bali untuk penanganan intensif.

Proses evakuasi berjalan dramatis tapi rapi, berkat sinergi cepat antara Tim SAR, TNGR, EMHC, kepolisian, dan porter guide.  

Kasi humas Polres Lombok Timur Iptu Lalu Rusmaladi memaparkan kronologi lengkapnya. Sejak pukul 07.00 WITA, aparat Polsek Sembalun bersama tim gabungan sudah bersiaga memonitor pergerakan evakuasi. Ini untuk memastikan seluruh proses berjalan tanpa hambatan,” jelas Iptu Rusmaladi.

Pukul 07.27 WITA, helikopter SAR landing di Lapangan Umum Desa Sembalun untuk koordinasi akhir. Hanya 43 menit kemudian, 08.10 WITA, heli take off menuju titik koordinat korban.

Medan Pelawangan Sembalun terkenal terjal dan berangin. Tapi kru helikopter profesional. 08.20 WITA, hanya dalam 10 menit menembus vegetasi pegunungan, heli berhasil mendarat mulus di Pelawangan. Tim medis dan rescuer langsung mengamankan korban ke kabin.

“Medan di Pelawangan itu cukup terjal, namun berkat kesiapan kru helikopter dan Tim SAR, korban berhasil kita naikkan ke helikopter pada pukul 09.00 WITA,” kata Iptu Rusmaladi.

Tepat 09.00 WITA, helikopter kembali mengudara. Korban dibawa langsung ke RS Nusa Medica Bali karena lukanya butuh penanganan khusus yang lebih komprehensif.

Iptu Rusmaladi menegaskan, kunci sukses evakuasi ini adalah kecepatan dan solidnya kerja tim di lapangan.

“Sejak pagi buta kami sudah bersiaga di lapangan untuk memonitor perkembangan. Medan Rinjani ini menantang, jadi kecepatan waktu sangat krusial bagi keselamatan korban. Alhamdulillah, sinergi tim di lapangan sangat solid,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan situasi di gerbang pendakian Sembalun dan lokasi evakuasi hingga berita ini diturunkan dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Momen ini jadi pengingat untuk semua pendaki, khususnya WNA. Iptu Rusmaladi mengimbau agar tetap utamakan keselamatan dan patuhi SOP pendakian Gunung Rinjani.

Rinjani indah, tapi tidak memberi ampun untuk yang abai. Hormati gunung, siapkan fisik, logistik, dan guide berlisensi. Pulang dengan selamat itu tujuan utama setiap pendakian.

"Tim gabungan sudah membuktikan kalau kompak, nyawa bisa diselamatkan bahkan dari punggung gunung tertinggi kedua di Indonesia," pungkasnya. (RS/Toni)