Daftar Isi [Tampil]

Warga BTN Pandolen Blok B No 80, Mapak Reong, Desa Kurangi, Labu Api, kebobolan maling saat pulang ke rumah dan disambut pemandangan yang bikin nyesek kaca jendela pecah, isi rumah acak-acakan
LOMBOK BARAT – Radarselaparang.com || Liburan ke rumah orang tua di Lombok Timur harus berakhir pahit. Toni, warga BTN Pandolen Blok B No 80, Mapak Reong, Desa Kurangi, Labu Api, pulang ke rumah dan disambut pemandangan yang bikin nyesek kaca jendela pecah, isi rumah acak-acakan, mesin air raib digondol maling ningga laporkan kasus pencurian tersebut ke aparat Kepolisian.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (24/5/2026). Toni terakhir meninggalkan rumah 14 Mei untuk jenguk orang tua. Pas balik 23 Mei pukul 19.30, pintu baru dibuka tapi isi rumah sudah porak-poranda. 

“Saya nggak nyangka ada maling yang nekat pecahin kaca rumah orang,” kata Toni.

Bersama istrinya, Toni langsung syok dan emosi lihat rumah berantakan. Upaya pertama lapor ke ketua RT. Tapi nggak ada tanggapan. Jalan terakhir, pasutri ini melapor ke Polsek Labuapi.

Menurut Toni, kerugian ditaksir jutaan rupiah. Yang paling bikin geram bukan cuma mesin air yang dicuri, tapi kelakuan bejat pelaku yang ngacak-ngacak rumah orang. 

“Kami terpukul dengan perilaku kayak gitu. Rugi materi iya, tapi rasanya rumah nggak aman lagi,” ujarnya.

Kini Toni berharap polisi gerak cepat. Pelaku yang berani pecahin kaca dan membobol rumah di BTN Pandolen segera ketangkap. Kasus ini jadi pengingat: rumah kosong berhari-hari bisa jadi incaran. Warga diminta lebih waspada dan RT/RW diminta aktif pantau lingkungan. Saat ini Polsek Labuapi sudah terima laporan dan tengah melakukan penyelidikan. (RS/Toni)